PBNU berduka atas wafatnya KH Maimoen "Mbah Moen" Zubair

id KH Maimun Zubair, Mbah Moen,PBNU berduka,KH Maimun Zubair wafat, mbah moen wafat

Kisruh Muktamar PPP Ketua Majelis syariah PPP KH. Maimun Zubair memberikan keterangan kepada wartawan saat tiba dibandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (16/10). \ANTARA FOTO/Deni Santosa/pri

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Helmy Faishal Zaini menyampaikan PBNU berduka atas wafatnya KH Maimun Zubair yang biasa disapa Mbah Moen.

"Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyampaikan 'innalillahi wainna ilaihi rojiun'. Berduka yang sangat mendalam. Indonesia kehilangan tokoh panutan, pemimpin dan pengayom umat," kata Helmy kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Di mengatakan bangsa Indonesia kehilangan tokoh yang penuh sikap kebersahajaan itu. Mbah Moen dikabarkan wafat, Selasa (6/8) di Mekkah, karena sedang menjalankan ibadah haji.

Baca juga: Ulama kharismatik KH Maimun "Mbah Moen" Zubair wafat di Mekkah

"Semoga teladan 'almaghfurlah' diteruskan para kader-kader bangsa. Semoga Allah SWT mengampuni segala kekhilafannya dan menempatkannya di surga yang terbaik," katanya.

Kepada umat Islam, khususnya warga Nahdlatul Ulama, Helmy mengajak secara bersama-sama melaksanakan shalat ghoib dan membacakan surat Al Fatihah untuk Mbah Moen.

Semoga, kata dia, Mbah Moen senantiasa ditempatkan di tempat yang paling mulia di sisi Allah SWT.

Helmy mengatakan Mbah Moen merupakan sosok yang gigih untuk memperjuangkan nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan.

"Salah satu upaya penting yang dilakukan oleh KH Maimoen Zubair adalah menegaskan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan sebuah anugerah yang diberikan oleh Allah SWT atas perjuangan yang penuh dengan kesungguhan dan menghapuskan penjajahan," kata dia.

Dia berharap jejak keteladanan yang diwariskan oleh KH Maimun Zubair bisa diserap sebagai pelajaran untuk menghadapi tantangan zaman di masa yang akan datang.
Baca juga: Tokoh NU KH Maimun Zubair wafat

Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar