Batam (ANTARA) - Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo meninjau lahan sirkuit balap di kawasan Nongsa, Batam, Jumat (4/6).

“Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proses daripada rencana kita untuk membangun sirkuit disini,” ucap Bambang.

Bambang melanjutkan, bahwa Batam memiliki beberapa kelebihan, mulai dari dekat dengan Singapura dan Malaysia, memiliki 2.000 kamar hotel yang baik hingga kontur lapangan yang memadai.

Bahkan, menurut Bambang, sirkuit yang nantinya akan dibangun di Batam akan lebih bagus dari Mandalika. Hal ini dikarenakan kontur yang lebih bagus dan pemandangan yang apik.

“Sirkuit ini mungkin lebih bagus lagi, karena konturnya lebih bagus dan pemandangannya juga tidak kalah,” lanjutnya.

Saat disinggung mengenai berapa banyak anggaran untuk sirkuit di Batam, Bambang mengaku pihaknya belum menghitung, dikarenakan pihaknya masih melakukan penggambaran, melihat kontur tanah, menganalisa dan masih perlu berkomunikasi dengan pemerintah pusat.

“Untuk anggaran belum kita hitung, tapi kalau kita mengacu kepada Mandalika lebih kurang 1,3 triliun,” ungkapnya.

Kendati demikian, Bambang mengatakan, ada hal yang lebih penting daripada itu semua, yaitu sarana penunjang untuk membuat orang tertarik datang ke Batam.

“Yang penting itu adalah bagaimana kita menciptakan sarana-sarana penunjang lainnya untuk mereka tertarik datang ke sini. Tidak saja untuk menonton atau mengikuti kejuaraan Formula 1, tetapi yang rutin mereka bisa latihan di Batam ini,” katanya.

Lalu, dari mana sumber dana untuk membangun sirkuit di Batam?

Bambang menjawab, nantinya dana untuk membangun sirkuit di Batam murni dari pihak swasta.

“Saya akan ajak beberapa investor, dan ini murni swasta tidak ada negara,” jawabnya.

Sementara itu Wali Kota Batam yang juga Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Rudi mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan lahan seluas kurang lebih 150 hektare.

“Kita sudah mempersiapkan 150 hektare, tapi tidak cukup sampai di situ, seluruh akses juga harus kita siapkan seperti pelabuhan laut dan bandara,” kata Rudi.

Adapun sirkuit di Batam akan dibangun di lahan seluas kurang lebih 150 hektare dan memiliki panjang sekitar 5 kilometer.