Karyawan Pertamina Ranai pasang spanduk tolak holding
Jumat, 2 Juli 2021 8:52 WIB
Terlihat karyawan pertamina saat melakukan pemasangan spanduk penolakan holding sub holding Pertamina di Terminal BBM Group Pertamina Ranai, Natuna, Jumat (2/7). (ANTARA/Cherman)
Ranai, Natuna (ANTARA) - Pagar Pertamina di Ranai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, dihiasi spanduk penolakan Holding Sub Holding Pertamina yang dilakukan oleh Serikat Pekerja Pertamina l (SPP UPMS) I di Terminal BBM Group Pertamina Ranai, Jumat (02/07/2021).
"Ketua kami di Medan, intinya SPP menolak holding, saya pikir sepanduk ini cukup mewakili aspirasi kami," kata slah satu Karyawan Terminal BBM Group Pertamina Ranai, Fajri.
Sedikitnya 5 spanduk berisi penolakan terhadap Holding Sub Holding Pertamina terpasang di sepajang pagar komplek Terminal BBM Group Pertamina Ranai.
"Karena ketua kami berada di Sumatera Utara, jadi kami tidak mau berkomentar banyak karena pemasangan ini juga merupakan arahan dari SPP UPMS I," kata Fajri.
Namun pada intinya, lanjut Fajri, kami mewakili karyawan Terminal BBM Group Pertamina Ranai dan seluruh karyawan Pertamina ikut menyuarakan aspirasi terhadap Holding Sub Holding Pertamina.
"Masyarakat tidak banyak yang tahu terkait hal ini," ujar Fajri.
Ada 5 pernyataan sikap para pekerja diantaranya, dalam spanduk tersebut bertuliskan pekerja tidak bodoh dan tuli, kami menolak pertamina di mutilasi. Kemudian ada juga tulisan FSPPB tolak holding, sub holding karena bentuk pelemahan pertamina dengan mutilasi tak lagi terintegrasi, Pertamina milik anak negeri bukan oligarki rakyak indonesia "pertamina not for sale" Hormati proses litigasi tunggu putusan inkract pengadilan dan mahkamah konstitusi.
Dan spanduk terakhir bertuliskan Holding sub holding dan endstate tanpa pondasi hukum kuat itu jelas anomali.
Kegiatan tersebut, berlangsung tanpa pengawasan khusus, dan pemasangan spanduk berjalan lancar tanpa ada penolakan dari pihak manapun.
"Ketua kami di Medan, intinya SPP menolak holding, saya pikir sepanduk ini cukup mewakili aspirasi kami," kata slah satu Karyawan Terminal BBM Group Pertamina Ranai, Fajri.
Sedikitnya 5 spanduk berisi penolakan terhadap Holding Sub Holding Pertamina terpasang di sepajang pagar komplek Terminal BBM Group Pertamina Ranai.
"Karena ketua kami berada di Sumatera Utara, jadi kami tidak mau berkomentar banyak karena pemasangan ini juga merupakan arahan dari SPP UPMS I," kata Fajri.
Namun pada intinya, lanjut Fajri, kami mewakili karyawan Terminal BBM Group Pertamina Ranai dan seluruh karyawan Pertamina ikut menyuarakan aspirasi terhadap Holding Sub Holding Pertamina.
"Masyarakat tidak banyak yang tahu terkait hal ini," ujar Fajri.
Ada 5 pernyataan sikap para pekerja diantaranya, dalam spanduk tersebut bertuliskan pekerja tidak bodoh dan tuli, kami menolak pertamina di mutilasi. Kemudian ada juga tulisan FSPPB tolak holding, sub holding karena bentuk pelemahan pertamina dengan mutilasi tak lagi terintegrasi, Pertamina milik anak negeri bukan oligarki rakyak indonesia "pertamina not for sale" Hormati proses litigasi tunggu putusan inkract pengadilan dan mahkamah konstitusi.
Dan spanduk terakhir bertuliskan Holding sub holding dan endstate tanpa pondasi hukum kuat itu jelas anomali.
Kegiatan tersebut, berlangsung tanpa pengawasan khusus, dan pemasangan spanduk berjalan lancar tanpa ada penolakan dari pihak manapun.
Pewarta : Cherman
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina masih berupaya bebaskan 2 kapal tanker yang masih tertahan di Teluk Persia
16 April 2026 15:29 WIB
Kemlu sebut Iran beri sinyal hijau untuk 2 kapal tanker Pertamina di Selat Hormuz
27 March 2026 16:41 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Mandiri Bintan Marathon perkuat komitmen keberlanjutan lingkungan lewat tanam mangrove
09 May 2026 11:49 WIB