New York (ANTARA) - Dolar AS naik tipis pada akhir perdagangan pada hari Selasa (Rabu WIB) karena selera risiko memburuk di tengah meningkatnya jumlah infeksi COVID-19, mendorong peningkatan permintaan untuk mata uang yang aman (safe-haven).
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,04 persen menjadi 92,0777.
Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,1863 dolar AS dari 1,1874 dolar AS di hari sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3915 dolar AS dari 1,3894 dolar AS di hari sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7393 dolar AS dari 0,7365 dolar.
Dolar AS dibeli pada 109,11 yen Jepang, lebih rendah dari 109,24 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9041 franc Swiss dari 0,9048 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2537 dolar Kanada dari 1,2507 dolar Kanada.
Dolar AS naik tipis karena selera risiko memburuk
Rabu, 4 Agustus 2021 7:57 WIB
Arsip foto - Seorang pedagang mata uang menghitung uang kertas dolar AS di tokonya di Karachi, Pakistan. ANTARA/REUTERS/Athar Hussain/pri.
Pewarta : Biqwanto Situmorang
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rp17.847 per dolar AS, Rupiah melemah dipengaruhi ketegangan geopolitik di Asia Barat
21 September 2026 16:24 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
BP Batam pastikan data center bangun SWRO mandiri untuk kebutuhan air tawar
24 September 2026 17:00 WIB