Presiden IOC tutup Olimpiade Tokyo
Minggu, 8 Agustus 2021 21:26 WIB
Suasana saat upacara penutupan Olimpiade Tokyo 2020, di Stadion Olimpiade, Tokyo, Jepang, Minggu (8/8/2021). Olimpiade berikutnya akan dilaksanakan di Paris, Prancis. ANTARA FOTO/Reuters-Fabrizio Bensch/hp.
Jakarta (ANTARA) - Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, resmi menutup Tokyo Games 2020, yang telah berlangsung selama 16 hari, dalam upacara penutupan di Stadion Nasional (Olympic Stadium) Tokyo, Minggu malam.
"Saya menyatakan Olimpiade ditutup," ujar Bach di podium.
Penutupan tersebut diikuti oleh tarian yang kemudian berlanjut dengan alunan piano "Clair de Lune" dari Claude Debussy, komponis berkebangsaan Prancis, bersamaan menutupnya kaldron api Olimpiade.
Kembang api menghiasi langit Stadion Nasional Tokyo, kemudian diikuti dengan tulisan digital "Arigato," yang berarti terima kasih dalam bahasa Jepang, terpampang besar.
Dalam pidato penutupan, Bach berterima kasih pada atlet yang telah berjuang di Olimpiade Tokyo, dan menjunjung tinggi solidaritas di bawah atap Kampung Atlet.
"Banyak tantangan yang harus dihadapi karena pandemi... dan, Olimpiade ini menumbuhkan harapan," kata Bach.
"Kalian atlet terbaik di dunia yang membuat Olimpiade menjadi nyata."
Tak lupa, Bach berterima kasih kepada semua relawan atas upaya dan bantuan, sehingga Olimpiade bisa terwujud.
Bach juga berterima kasih kepada Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dan Gubernur Tokyo Yuriko Koike, serta Ketua Panitia Olimpiade Tokyo 2020, Seiko Hashimoto.
"Terima kasih Jepang, terima kasih Tokyo," ujar Bach.
"Saya menyatakan Olimpiade ditutup," ujar Bach di podium.
Penutupan tersebut diikuti oleh tarian yang kemudian berlanjut dengan alunan piano "Clair de Lune" dari Claude Debussy, komponis berkebangsaan Prancis, bersamaan menutupnya kaldron api Olimpiade.
Kembang api menghiasi langit Stadion Nasional Tokyo, kemudian diikuti dengan tulisan digital "Arigato," yang berarti terima kasih dalam bahasa Jepang, terpampang besar.
Dalam pidato penutupan, Bach berterima kasih pada atlet yang telah berjuang di Olimpiade Tokyo, dan menjunjung tinggi solidaritas di bawah atap Kampung Atlet.
"Banyak tantangan yang harus dihadapi karena pandemi... dan, Olimpiade ini menumbuhkan harapan," kata Bach.
"Kalian atlet terbaik di dunia yang membuat Olimpiade menjadi nyata."
Tak lupa, Bach berterima kasih kepada semua relawan atas upaya dan bantuan, sehingga Olimpiade bisa terwujud.
Bach juga berterima kasih kepada Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dan Gubernur Tokyo Yuriko Koike, serta Ketua Panitia Olimpiade Tokyo 2020, Seiko Hashimoto.
"Terima kasih Jepang, terima kasih Tokyo," ujar Bach.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim voli putri Korea Selatan singkirkan Turki dari pentas Olimpiade Tokyo
04 August 2021 11:53 WIB, 2021
Atlet Australia rusak kamar Desa Atlet Olimpiade Tokyo dan ribut di dalam pesawat
04 August 2021 6:33 WIB, 2021
Olimpiade Tokyo - Karsten Warholm pecahkan rekor dunia lari gawang 400 meter
03 August 2021 11:20 WIB, 2021
Hubbard Olympian transgender pertama dalam sejarah harus tersingkir dini
03 August 2021 7:07 WIB, 2021
Ginting luapkan kegembiraan bawa pulang medali dari Olimpiade perdana
02 August 2021 20:24 WIB, 2021
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Ochoa pakai lencana FIFA World Cup Legacy
05 June 2026 17:53 WIB