Tanjungpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyerahkan Surat Keputusan (SK) terhadap 243 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) guru tahap II formasi tahun 2021 di Aula Wan Seri Beni Dompak, Senin.

Mereka ini mengisi 264 alokasi formasi PPPK guru tahap II di lingkungan Pemprov Kepri yang lulus seleksi kompetensi pada 8 sampai 10 Desember 2021.

Mereka tersebar di 7 kabupaten/ kota dengan rincian Batam 105 orang, Tanjungpinang 35 orang, Bintan 24 orang, Anambas 14 orang, Natuna 28 orang, Karimun 33 orang, dan Lingga 25 orang.

"Total alokasi formasi PPPK Guru Pemprov Kepri tahun 2021 sebanyak 645 orang, di mana formasi PPPK guru tahap I sebanyak 381 orang telah menerima SK, dan menandatangani perjanjian kerja pada 26 April 2022 dan mulai bekerja pada 27 April 2022," kata Gubernur Ansar dalam sambutannya.

Baca juga:
KKP serahkan 4,7 ton ikan24 desa di Kepri guna cegah gizi buruk

Embarkasi Batam siapkan 4 ruang untuk isolasi COVID-19

Gubernur Ansar berpesan agar PPPK guru yang lulus seleksi selalu bersyukur dan menjalankan amanah ini dengan baik, karena masih banyak tenaga pendidik yang menunggu kesempatan yang sama menjadi PPPK.

Menurutnya unsur pendidik menjadi salah satu unsur yang menjamin terselenggaranya pendidikan yang merata secara kualitas. Makanya, Pemprov Kepri terus berupaya memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di seluruh wilayah Kepri sesuai kewenangan, salah satunya melalui jalur PPPK.

Ia menyebut PPPK guru ditugaskan di sekolah-sekolah sesuai kesepakatan perjanjian kerja yang telah ditandatangani.

"Jadilah guru yang baik, profesional, maka proses karirnya berjenjang dengan baik. Suatu saat bukan tidak mungkin dapat menjabat kepala sekolah bahkan jabatan di luar sekolah," ucap Ansar.

Baca juga:
Warga Bintan tangkap buaya yang terjerat pancing

Disnaker Kepri tingkatkan pengawasan izin tenaga kerja asing

Gubernur mengakui tugas mendidik memang tidak mudah. Menurutnya ada 2 prinsip penting dalam menjadi pendidik, yaitu transfer pengetahuan (knowledge) dan perubahan perilaku (change of behaviour).

"Mentransfer ilmu dan yang tak kalah penting mengubah perilaku peserta didik, sehingga ke depan diharapkan dapat menjadi generasi yang dapat diandalkan," demikian Ansar.

Pewarta : Ogen
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2024