Korem 033/WP Kibarkan Bendera di 19 Pulau Terluar
Minggu, 15 Agustus 2010 11:45 WIB
Tanjungpinang (ANTARA News) - Prajurit TNI Angkatan Darat dari Korem 033/Wira Pratama Kepulauan Riau, akan mengibarkan bendera Merah Putih di 19 pulau terluar di Kepulauan Riau yang berbatasan dengan negara tetangga seperi Malaysia, Singapura dan Vietnam.
"Seluruh bendera Merah Putih di 19 pulau terluar di Kepulauan Riau tersebut sudah harus berkibar sebelum detik-detik Kemerdekaan RI ke-65 pada 17 Agustus 2010," kata Danrem 033/Wira Pratama, Kolonel CZI Zainal Arifin di Tanjungpinang, Minggu, 15 Agustus 2010.
Zainal mengatakan, pengibaran Merah Putih di pulau terdepan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan nasionalisme prajurit Korem 033/WP, serta meningkatkan kebersamaan antara prajurit Korem 033/WP dengan masyarakat.
Di samping itu, untuk melestarikan nilai-nilai tradisi kebanggaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan lebih meneguhkan batas-batas wilayah NKRI khususnya di Provinsi Kepulauan Riau dengan negara-negara tetangga, katanya.
Dengan momentum hari kemerdekaan, Menurut Zainal diharapkan pulau-pulau terluar bisa diingat dan menggugah kembali semangat bela negara dan cinta tanah air seluruh warga bangsa yang dirasakan sudah mulai luntur.
"Indonesia mempunyai pulau-pulau terluar yang harus dijaga dan diamankan keberadaanya, jangan sampai pengalaman pahit lepas dan beralih tangannya beberapa pulau terulang akibat kelalaian atau perhatian yang kurang serius dalam menjaga hak milik bangsa," tegas Zainal.
Dia menuturkan pemanfaatan wilayah pulau terluar masih rapuh dalam aspek pertahanan, karena tidak terkawal dengan baik sehingga terjadi pencurian kekayaan alam atau laut termasuk kerawanan kejahatan.
"Semoga dengan pengibaran bendera Merah Putih di 19 pulau terluar di Kepri menginspirasi seluruh warga bangsa untuk mau peduli dalam memberdayakan pulau terluar," katanya.
Zainal mengatakan, pengibaran bendera merah putih tersebut tidak cukup jika tidak ada langkah kongkrit seluruh warga untuk bersama-sama berpikir dan berbuat bagaimana keberadaan pulau terluar khususnya secara ekonomi, budaya, sosial dan pertahanan dapat terkelola dengan baik.
"Kami mengharapkan pulau terluar tidak lagi dianggap sebagai halaman belakang bangsa ini, tapi harus menjadi beranda terdepan yang patut menjadi perhatian bersama dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan tanah air serta tumpah darah Indonesia," katanya. (HW/Btm1)
"Seluruh bendera Merah Putih di 19 pulau terluar di Kepulauan Riau tersebut sudah harus berkibar sebelum detik-detik Kemerdekaan RI ke-65 pada 17 Agustus 2010," kata Danrem 033/Wira Pratama, Kolonel CZI Zainal Arifin di Tanjungpinang, Minggu, 15 Agustus 2010.
Zainal mengatakan, pengibaran Merah Putih di pulau terdepan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan nasionalisme prajurit Korem 033/WP, serta meningkatkan kebersamaan antara prajurit Korem 033/WP dengan masyarakat.
Di samping itu, untuk melestarikan nilai-nilai tradisi kebanggaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan lebih meneguhkan batas-batas wilayah NKRI khususnya di Provinsi Kepulauan Riau dengan negara-negara tetangga, katanya.
Dengan momentum hari kemerdekaan, Menurut Zainal diharapkan pulau-pulau terluar bisa diingat dan menggugah kembali semangat bela negara dan cinta tanah air seluruh warga bangsa yang dirasakan sudah mulai luntur.
"Indonesia mempunyai pulau-pulau terluar yang harus dijaga dan diamankan keberadaanya, jangan sampai pengalaman pahit lepas dan beralih tangannya beberapa pulau terulang akibat kelalaian atau perhatian yang kurang serius dalam menjaga hak milik bangsa," tegas Zainal.
Dia menuturkan pemanfaatan wilayah pulau terluar masih rapuh dalam aspek pertahanan, karena tidak terkawal dengan baik sehingga terjadi pencurian kekayaan alam atau laut termasuk kerawanan kejahatan.
"Semoga dengan pengibaran bendera Merah Putih di 19 pulau terluar di Kepri menginspirasi seluruh warga bangsa untuk mau peduli dalam memberdayakan pulau terluar," katanya.
Zainal mengatakan, pengibaran bendera merah putih tersebut tidak cukup jika tidak ada langkah kongkrit seluruh warga untuk bersama-sama berpikir dan berbuat bagaimana keberadaan pulau terluar khususnya secara ekonomi, budaya, sosial dan pertahanan dapat terkelola dengan baik.
"Kami mengharapkan pulau terluar tidak lagi dianggap sebagai halaman belakang bangsa ini, tapi harus menjadi beranda terdepan yang patut menjadi perhatian bersama dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan tanah air serta tumpah darah Indonesia," katanya. (HW/Btm1)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Kepri dan Pertamina NRE bahas rencana pemanfaatan energi Pulau Sembur
23 September 2026 22:12 WIB
Kampung Adat Ende jadi alternatif wisata usai kebakaran melanda Kampung Adat Sade
04 September 2026 16:14 WIB
Dampak kualitas udara memburuk, Pemkab Natuna terapkan belajar dari rumah di Subi dan Pulau Panjang
04 September 2026 11:06 WIB
Menteri PU dukung pembangunan museum dan monumen bahasa nasional Pulau Penyengat
30 August 2026 22:19 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Dubes RI Washington sambut rencana LKBN ANTARA buka kantor perwakilan di AS
24 September 2026 15:56 WIB
Pemprov Kepri bersama DPRD tetapkan APBD Perubahan 2026 naik jadi Rp3,63 Triliun
23 September 2026 9:09 WIB
LKBN ANTARA dan 34 kantor berita Asia Pasifik bahas penanganan disinformasi
21 September 2026 7:40 WIB
Pemkot luncurkan Batam Policy Lab untuk pengambilan kebijakan berbasis bukti
19 September 2026 10:58 WIB