Batam (ANTARA News) - Badan Pengawasan Obat dan Makanan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, melakukan inspeksi mendadak pada beberapa penjual parsel untuk memastikan parsel yang beredar di daerah itu bebas dari makanan dan minuman kedaluwarsa.
Staf Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Batam, Mardianto di Batam, Kamis mengatakan, inspeksi mendadak diawali dari beberapa pasar swalayan di kawasan Penuin, Lubuk Baja, dilanjutkan ke kawasan pusat perbelanjaan Jodoh dan Nagoya.
"Hingga hari ini belum ada temuan makanan dan minuman kedaluwarsa dalam parsel, namun kegiatan ini akan terus dilakukan karena setiap tahun ditemukan makanan kedaluwarsa terutama di dalam parsel," kata dia.
Mardianto mengatakan, BPOM tidak ingin momentum Idul Fitri dimanfaatkan pedagang untuk mengeruk keuntungan dengan menjual makanan dan minuman kedaluwarsa dan makanan impor tak berizin dalam parsel seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Kami berharap dengan upaya ini tidak ada lagi pedagang yang mencoba menjual makanan kedaluwarsa dalam parsel yang akan merugikan masyarakat," kata dia.
Sebelumnya, BPOM Kota Batam telah memberikan surat edaran peringatan bagi pedagang parsel agar tidak menjual produk makanan kedaluwarsa menjelang hari raya Idul Fitri 1432 Hijriah.
"Kami telah memberikan edaran kepada seluruh pedagang. Intinya tentang larangan menjual parsel yang berisi makanan atau minuman kedaluwarsa," kata Kepala Badan pengawas Obat dan Makanan (BPOM), I Made Nyoman Suwandi di Batam.
Bila nantinya ada pedagang yang menjual barang-barang yang dilarang tersebut, kata Made, akan langsung ditindak.
"Kami tidak akan memberi peringatan lagi, tapi akan langsung ditindak bila ada pedagang yang menjual barang-barang tersebut," kata dia.
Hal tersebut, kata Made, karena setiap tahun BPOM Batam selalu mendapati parsel berisi makanan dan minuman yang kedaluwarsa atau barang impor tanpa izin BPOM.
"Saat mendekati lebaran nanti kami akan lebih mengintensifkan razia bekerja sama dengan Disperindag dan kepolisian," tegas Made.
(ANT-L/S023/Btm3)
BPOM Batam Sidak Penjual Parsel dan Swalayan
Kamis, 11 Agustus 2011 20:07 WIB
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026