
Pelni Batam proyeksi penumpang Lebaran 2026 meningkat hingga 5 persen

Batam (ANTARA) - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Batam, Kepulauan Riau Armemproyeksikan jumlah penumpang pada Angkutan Lebaran 2026 naik sekitar 1 hingga 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala Cabang Pelni Batam Edwin Kurniansyah mengatakan, pada Angkutan Lebaran 2025 jumlah penumpang arus mudik dan arus balik mencapai 646.554 penumpang.
“Untuk kenaikan penumpang angkutan Lebaran tahun 2026 ini, kami perkirakan sekitar 1 sampai dengan 5 persen jika dibandingkan dengan periode angkutan Lebaran 2025 yang berjumlah 646.554 penumpang secara keseluruhan,” ujarnya saat dikonfirmasi di Batam, Ahad.
Edwin mengatakan, dengan proyeksi kenaikan tersebut, jumlah penumpang tahun ini diperkirakan bisa menembus kisaran 653 ribu hingga 679 ribu penumpang.
“Rute Batam-Belawan (Sumatera Utara) juga merupakan lintasan terpadat tahun lalu, maka kita juga ada antisipasi di pelabuhan serta penambahan kapal,” katanya.
Untuk mengantisipasi hal itu, Pelni menambah armada selain KM Kelud yang rutin melayani Batam.
“Untuk angkutan Lebaran tahun 2026 ini, selain KM Kelud yang biasa rutin masuk Batam, akan ada tambahan satu kapal yaitu KM Nggapulu,” katanya.
Pelni memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 19 Maret 2026, khususnya untuk keberangkatan tujuan Belawan.
“Kalau melihat jadwal yang ada, kami perkirakan puncaknya sekitar19 Maret. Karena Lebaran kemungkinan antara 20 dan 21 Maret, sehingga keberangkatan sebelum itu, terutama KM Kelud tujuan Belawan, biasanya menjadi yang paling padat,” ujar Edwin.
Pemerintah juga memberikan stimulus berupa diskon 30 persen dari tarif dasar tiket kapal Pelni untuk keberangkatan 11 Maret hingga 5 April 2026, dengan alokasi anggaran Rp42,3 miliar.
“Harapannya dengan diskon 30 persen ini ada kelebihan dana yang bisa dimanfaatkan pemudik di kampung halamannya,” ujarnya.
Terkait penjualan tiket, Pelni Batam menerapkan sistem penjualan bertahap pada periode puncak guna mencegah penumpukan.
“Untuk periode peak season, penjualan tiket kami lakukan secara bertahap, tidak langsung dibuka sekaligus. Untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan, tiket diborong seperti itu,” katanya.
Selain itu, Pelni Batam bersama otoritas pelabuhan dan pemangku kepentingan di Pelabuhan Bintang 99 Persada Batu Ampar akan berkoordinasi menjelang puncak arus mudik.
“Biasanya ada koordinasi antar-instansi. Untuk mengurangi kejenuhan penumpang menunggu kapal, kemungkinan akan ada hiburan atau customer happiness seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Edwin.
Pada tahun 2025, misalnya, terdapat stan pijat untuk penumpang yang sedang menunggu kapal di pelabuhan.
Ia juga mengingatkan, penumpang agar membawa barang seperlunya demi kenyamanan bersama.
“Penumpang akan ramai, jadi supaya ruang kapal tidak sempit karena barang bawaan, kami imbau membawa barang secukupnya,” katanya.
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
