Batam (ANTARA News) - Kapal MV Marina Express I yang kandas dan menyangkut di batu karang di perairan pulau Kepala Jeri, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, terjadi karena nakhoda kapal salah arah dalam memilih alur pelayaran.

Koordinator Pelabuhan Domestik Sekupang yang juga pengurus Dewan Pimpinan Cabang Indonesian National Shipowners Association/Asosiasi Pemilik Kapal Indonesia (DPC INSA) Batam, Azhar kepada ANTARA, di Batam, Sabtu malam, mengatakan, kapal bermuatan ratusan penumpang tersebut kandas dengan posisi haluan kapal di atas batu.

"Kapal tidak menabrak batu karang tapi karena kesalahan dalam memilih alur, haluan kapal berada diatas batu dan akhirnya kandas," ujar Azhar.

Ia mengatakan, situasi perairan sedang surut dan hari pun hampir malam saat kapal yang berangkat dari Kuala Tungkal, Provinsi Jambi  melintasi perairan pulau Kepala Jeri yang disekitarnya banyak terdapat batu-batu karang yang membentuk pulau.

Menurut dia, karena hari mulai gelap ditambah pula alur pelayaran yang biasanya dilewati airnya sedang surut, maka terjadilah insiden yang tidak terduga itu.

"Jika nakhoda tetap pada alur di tengah saat  melintas di perairan itu tidak akan 'nyangkut' di batu, tetapi dia menggeser ke kanan dari biasanya hingga kapal akhirnya terduduk di batu," katanya.

Azhar mengatakan, dari keterangan nakhoda yang diterimanya begitu merasakan baling-baling  kapal menyentuh batu karang, maka mesin kapal dimatikan agar baling-baling kapal tidak hancur.

"Kalau saja nakhoda tidak cepat mematikan mesin kapal, maka alamatlah baling-baling  kapal jadi 'kerupuk' dan perusahaan akan rugi ribuan dolar," ujar Wakil Sekretaris DPC INSA Batam itu.

Ia mengatakan, meski kapal kandas diatas batu karang namun kondisinya dalam keadaan baik begitu juga semua penumpang yang dapat dievakuasi dengan mempergunakan "speedboat" (kapal cepat berpenumpang sekitar 70 orang).

Menurut dia, kapal Marina Express berangkat dari Kuala Tungkal sekitar pukul 09.30 Wib dan biasanya sampai di Pelabuhan Sekupang Batam sekitar pukul 17.00 Wib. Namun, tadi sore kapal tersebut terlambat merapat di pelabuhan Sekupang karena sebelumnya mengalami rusak mesin di Tanjung Batu, pulau Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

"Kerusakan mesin dapat diatasi, namun terjadi pula insiden menduduki batu, akhirnya benar-benar terlambat. Tetapi, para penumpang telah berhasil dievakuasi semua dan kapal akan kembali berlayar ke Pelabuhan Sekupang yang berjarak tempuh sekitar 20 menit dari lokasi kejadian saat air pasang," ungkap Azhar.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan sekitar pukul 22.58 WIB ratusan penumpang kapal Marina Express masih memadati pelabuhan karena menunggu barang bawaan mereka yang masih berada di kapal.

"Kami tadi diselamatkan hanya sehelai sebadan tidak ada tas atau barang yang kami bawa. Benar-benar menyelamatkan diri. Baju yang kami pakai hingga kini masih basah karena saat turun dari kapal menuju speedboat penyelamat, air sepinggang kami. Dalam gelap kami merapah air yang dasarnya berbatu karang," ujar salah seorang penumpang kapal Suana Niu.

(E010/Z002)