Pemerintah anggarkan Rp68 miliar untuk survei kedalaman tanah jembatan Batam-Bintan
Selasa, 28 Mei 2024 8:08 WIB
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan (BPJN) Provinsi Kepri Stanley Citoro Haggard Tuapattinaja. ANTARA/Ogen
Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Balai Pelaksanaan Jalan (BPJN) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Stanley Citoro Haggard Tuapattinaja mengatakan survei penyelidikan kedalaman tanah jembatan Batam-Bintan menggunakan dana APBN sebesar Rp68 miliar.
BPJN merupakan salah satu unit pelaksana teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan bertanggung jawab tentang perencanaan dan pekerjaan jalan nasional di Kepri, seperti menangani pemeliharaan rutin, pembangunan jalan dan jembatan nasional.
"Anggaran survei ini didanai pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR, pada tahun anggaran 2024," kata Stanley usai expose survei penyelidikan kedalaman tanah jembatan Batam-Bintan di Pelabuhan Telaga Punggur, Kota Batam, Senin.
Stanley menyebut survei penyelidikan tanah ini akan dilakukan di 17 titik borehole untuk sisi jembatan satu dari pulau Batam ke Tanjung Sauh. Lalu, dari titik Tanjung Sauh ke Pulau Bintan akan dilakukan survei di dua titik borehole.
Survei ini ditargetkan selesai dalam kurun waktu enam bulan dan dilakukan PT Offshore Work Indonesia yang telah memiliki banyak pengalaman dalam geoteknik offshore di Indonesia maupun luar negeri.
Ia menjelaskan tujuan survei penyelidikan tanah adalah untuk mengetahui daya dukung tanah pondasi jembatan Batam-Bintan sekaligus mengoptimalkan desain struktur jembatan penghubung dua pulau tersebut.
"Hasil survei akan digunakan sebagai readiness criteria untuk engineer menentukan desain struktur yang aman untuk jembatan Batam-Bintan," ungkap Stanley.
Direktur Utama PT Offshore Work Indonesia Rizal Shah mengatakan kedalaman tanah Jembatan Batam-Bintan yang disurvei akan berkisar antara 27 hingga 40 meter. Survei menggunakan kapal khusus MV Trinity Surveyor.
Menurut dia, estimasi pengerjaan survei penyelidikan kedalaman tanah ini, meliputi dua bulan pengerjaan di lapangan dan empat bulan untuk analisa, sehingga total diperkirakan enam bulan.
"Kita akan mengambil sampel tanah di dasar laut untuk diteliti di laboratorium. Hasilnya akan jadi panduan dalam menentukan desain maupun material yang cocok untuk membangun jembatan Batam-Bintan," kata Rizal Shah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Survei kedalaman tanah jembatan Batam-Bintan gunakan APBN Rp68 miliar
BPJN merupakan salah satu unit pelaksana teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan bertanggung jawab tentang perencanaan dan pekerjaan jalan nasional di Kepri, seperti menangani pemeliharaan rutin, pembangunan jalan dan jembatan nasional.
"Anggaran survei ini didanai pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR, pada tahun anggaran 2024," kata Stanley usai expose survei penyelidikan kedalaman tanah jembatan Batam-Bintan di Pelabuhan Telaga Punggur, Kota Batam, Senin.
Stanley menyebut survei penyelidikan tanah ini akan dilakukan di 17 titik borehole untuk sisi jembatan satu dari pulau Batam ke Tanjung Sauh. Lalu, dari titik Tanjung Sauh ke Pulau Bintan akan dilakukan survei di dua titik borehole.
Survei ini ditargetkan selesai dalam kurun waktu enam bulan dan dilakukan PT Offshore Work Indonesia yang telah memiliki banyak pengalaman dalam geoteknik offshore di Indonesia maupun luar negeri.
Ia menjelaskan tujuan survei penyelidikan tanah adalah untuk mengetahui daya dukung tanah pondasi jembatan Batam-Bintan sekaligus mengoptimalkan desain struktur jembatan penghubung dua pulau tersebut.
"Hasil survei akan digunakan sebagai readiness criteria untuk engineer menentukan desain struktur yang aman untuk jembatan Batam-Bintan," ungkap Stanley.
Direktur Utama PT Offshore Work Indonesia Rizal Shah mengatakan kedalaman tanah Jembatan Batam-Bintan yang disurvei akan berkisar antara 27 hingga 40 meter. Survei menggunakan kapal khusus MV Trinity Surveyor.
Menurut dia, estimasi pengerjaan survei penyelidikan kedalaman tanah ini, meliputi dua bulan pengerjaan di lapangan dan empat bulan untuk analisa, sehingga total diperkirakan enam bulan.
"Kita akan mengambil sampel tanah di dasar laut untuk diteliti di laboratorium. Hasilnya akan jadi panduan dalam menentukan desain maupun material yang cocok untuk membangun jembatan Batam-Bintan," kata Rizal Shah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Survei kedalaman tanah jembatan Batam-Bintan gunakan APBN Rp68 miliar
Pewarta : Ogen
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Batam percepat implementasi penggunaan QRIS guna perkuat digitalisasi
15 April 2026 16:14 WIB
Telkom--PGN dorong ekosistem Green Digital Infrastructure terintegrasi bersama mitra global
14 April 2026 22:17 WIB
Polda Kepri tetapkan Bripda AS jadi tersangka penganiayaan polisi di mess Bintara
14 April 2026 17:16 WIB
Pemkot Batam salurkan Rp785 juta dana bergulir untuk delapan pelaku usaha mikro
14 April 2026 15:18 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pemkot Batam percepat implementasi penggunaan QRIS guna perkuat digitalisasi
15 April 2026 16:14 WIB
Telkom--PGN dorong ekosistem Green Digital Infrastructure terintegrasi bersama mitra global
14 April 2026 22:17 WIB
Pemkab Natuna bidik peluang kerja sama dengan PAUM jaga stabilitas harga pangan
14 April 2026 15:34 WIB