Galant Project Bangun Resor di Karimun Desember
Minggu, 23 Oktober 2011 20:20 WIB
Karimun (ANTARA Kepri) - Perusahaan asal Malaysia, Galant Project Management Sdn Bhd merencanakan pembangunan resor dan hotel di lokasi objek wisata air panas Tanjung Hutan, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau pada Desember 2011.
"Manajemen Galant Project masih mengurus perizinan ke BKPM di Jakarta dan diperkirakan pembangunannya sudah dimulai pada Desember 2011," kata Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Karimun Muhammad Tahar di Tanjung Balai Karimun, Minggu.
Muhammad Tahar mengatakan izin yang diterbitkan BKPM merupakan landasan bagi perusahaan asal Malaysia itu untuk mengurus perizinan di tingkat Pemerintah Kabupaten Karimun, baik izin lokasi, kajian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), izin mendirikan bangunan (IMB) maupun izin gangguan (HO).
"Pada prinsipnya pemerintah daerah sudah siap untuk menerbitkan perizinan yang dibutuhkan perusahaan, kami hanya menunggu keluarnya izin investasi dari BKPM sebagai prasyarat bagi investor asing yang akan menanamkan modalnya di dalam negeri," ucapnya.
Galant Project Management Sdn Bhd merupakan satu dari delapan perusahaan yang menandatangani nota kesepahaman investasi dengan Pemkab Karimun pada hari ulang tahun Kabupaten Karimun ke-12 pada 12 Oktober 2011.
Perusahaan itu membutuhkan lahan seluas sekitar 200 hektare untuk pembangunan resor dan hotel di lokasi objek wisata air panas Tanjung Hutan, Buru.
"Masalah lahan sudah tidak menjadi masalah karena jauh-jauh hari sudah kita kondisikan. Kepala Desa Tanjung Hutan mengonfirmasikan bahwa masyarakat siap membebaskan lahannya jika rencana perusahaan itu terealisasi," ucapnya.
Menurut Tahar, Galant Project enam kali menyurvei kelayakan pembangunan resor dan hotel di Tanjung Hutan.
"Mereka menyatakan lokasi tersebut cocok karena termasuk di daerah perbatasan yang memungkinkan bagi turis asing untuk berwisata. Objek wisata air panas merupakan daya tarik utama bagi Galant Project untuk berinvestasi," katanya.
Penelitian menyebutkan kadar belerang dan panasnya mata air di Tanjung Hutan melebihi sumber air panas di Ciater, Bandung.
"Galant Project akan membangun kolam air panas yang khusus disalurkan ke lokasi hotel dan resor," paparnya.
Nilai investasi Galant Project, menurut dia sekitar 300 dolar Singapura atau mencapai Rp2 triliun.
"Pembangunan resor dan hotel di Tanjung Hutan akan berdampak pada perekonomian dan pembangunan daerah," ucapnya.
Direktor Manajer Galant Project Management Sdn Bhd, Law Kay Wah, usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Bupati Karimun Nurdin Basirun mengatakan, pembangunan resor dan hotel di Tanjung Hutan merupakan yang pertama di Indonesia.
"Sebelumnya kami telah membangun resor dan hotel di Maladewa dan Namibia, sedangkan di Indonesia baru di Tanjung Hutan," ucapnya.
(pso-028/M027)
"Manajemen Galant Project masih mengurus perizinan ke BKPM di Jakarta dan diperkirakan pembangunannya sudah dimulai pada Desember 2011," kata Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Karimun Muhammad Tahar di Tanjung Balai Karimun, Minggu.
Muhammad Tahar mengatakan izin yang diterbitkan BKPM merupakan landasan bagi perusahaan asal Malaysia itu untuk mengurus perizinan di tingkat Pemerintah Kabupaten Karimun, baik izin lokasi, kajian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), izin mendirikan bangunan (IMB) maupun izin gangguan (HO).
"Pada prinsipnya pemerintah daerah sudah siap untuk menerbitkan perizinan yang dibutuhkan perusahaan, kami hanya menunggu keluarnya izin investasi dari BKPM sebagai prasyarat bagi investor asing yang akan menanamkan modalnya di dalam negeri," ucapnya.
Galant Project Management Sdn Bhd merupakan satu dari delapan perusahaan yang menandatangani nota kesepahaman investasi dengan Pemkab Karimun pada hari ulang tahun Kabupaten Karimun ke-12 pada 12 Oktober 2011.
Perusahaan itu membutuhkan lahan seluas sekitar 200 hektare untuk pembangunan resor dan hotel di lokasi objek wisata air panas Tanjung Hutan, Buru.
"Masalah lahan sudah tidak menjadi masalah karena jauh-jauh hari sudah kita kondisikan. Kepala Desa Tanjung Hutan mengonfirmasikan bahwa masyarakat siap membebaskan lahannya jika rencana perusahaan itu terealisasi," ucapnya.
Menurut Tahar, Galant Project enam kali menyurvei kelayakan pembangunan resor dan hotel di Tanjung Hutan.
"Mereka menyatakan lokasi tersebut cocok karena termasuk di daerah perbatasan yang memungkinkan bagi turis asing untuk berwisata. Objek wisata air panas merupakan daya tarik utama bagi Galant Project untuk berinvestasi," katanya.
Penelitian menyebutkan kadar belerang dan panasnya mata air di Tanjung Hutan melebihi sumber air panas di Ciater, Bandung.
"Galant Project akan membangun kolam air panas yang khusus disalurkan ke lokasi hotel dan resor," paparnya.
Nilai investasi Galant Project, menurut dia sekitar 300 dolar Singapura atau mencapai Rp2 triliun.
"Pembangunan resor dan hotel di Tanjung Hutan akan berdampak pada perekonomian dan pembangunan daerah," ucapnya.
Direktor Manajer Galant Project Management Sdn Bhd, Law Kay Wah, usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Bupati Karimun Nurdin Basirun mengatakan, pembangunan resor dan hotel di Tanjung Hutan merupakan yang pertama di Indonesia.
"Sebelumnya kami telah membangun resor dan hotel di Maladewa dan Namibia, sedangkan di Indonesia baru di Tanjung Hutan," ucapnya.
(pso-028/M027)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi selidiki dugaan penistaan agama di festival musik "The Sounds Project" di Ancol
11 August 2026 13:44 WIB
Hiu belimbing yang ditangkarkan di Raja Ampat Papua Barat berkembang
01 December 2022 7:52 WIB, 2022
Indonesia siapkan pilot project transisi energi saat Presidensi G20
18 November 2021 11:55 WIB, 2021
Terpopuler - Rasa Kepri
Lihat Juga
Bintan Resorts ajak masyarakat jaga kelestarian pesisir melalui aksi bersih pantai
18 September 2026 15:12 WIB