Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya akan menerapkan teknologi "reverse osmosis" (RO) untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU Budi Yuwono di Tanjungpinang, Senin mengatakan, sistem penyediaan air bersih dengan teknologi RO akan dimulai pada 2012.

"Selambat-lambatnya pada Februari 2012 sudah mulai berjalan dan anggaran yang disiapkan pusat mencapai Rp35 miliar," katanya usai menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemkot Tanjungpinang.

Budi mengatakan, produksi air laut yang akan diubah menjadi air tawar dengan teknologi RO  mencapai 50 liter/detik, yang diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan sekitar 3.500-4.000 pelanggan.

"Pusat hanya memberikan stimulan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih tersebut, diharapkan ke depan dikelola oleh pihak yang berkompeten karena teknologi RO membutuhkan keahlian dan disiplin tinggi," katanya.

Anggaran sebesar Rp35 miliar itu menurut dia hanya untuk pembangunan jaringan distribusi utama dan "intake", sedangkan untuk jaringan distribusi ke pelanggan serta listrik diserahkan ke pemerintah Provinsi Kepri dan Pemkot Tanjungpinang.

Budi juga menilai, Kota Tanjungpinang mampu mengelola proyek percontohan pertama di Indonesia itu untuk sistem RO skala perkotaan itu, walau pun akan membebani masyarakat dengan biaya tinggi.

"Teknologi RO membutuhkan biaya tinggi, tentu tarifnya juga akan tinggi, namun kami yakin masyarakat akan mengerti dan bisa menerimanya," kata Budi.

Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo menilai pengembangan sistem RO di Tanjungpinang mampu mengatasi kesulitan air bersih, selain megoptimalkan sumber baku air bersih yang ada untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Untuk mengurangi beban masyarakat nanti bisa dengan memberikan subsidi, yang penting kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi," katanya.

Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati A Manan menyebutkan, lokasi untuk pengolahan air laut jadi air tawar dengan sistem RO tersebut akan dilakukan di Pinang Marina yang dinilai layak setelah melakukan serangkaian penelitian.

"Hasil penelitian menunjukkan Pinang Marina lokasi yang cocok dan kami saat ini sedang negosiasi pembebasan lahan seluas dua hektare," katanya.

Sasaran yang akan dicapai dengan sistem tersebut pada tahap awal menurut dia adalah pelanggan di Pelantar Dua, Tanjung Unggat dan daerah lain disekitarnya yang mencapai 3.500 sampai 4.000 pelanggan.

(pso-029/S025)