83 Anak Terjaring Razia Satpol-PP
Rabu, 15 Februari 2012 18:08 WIB
Batam (ANTARA Kepri) - Sekitar 83 anak sekolah dasar dan sekolah menengah di Kota Batam terjaring razia yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Pendidikan setempat selama Februari 2012.
Kepala Polisi Pamong Praja Kota Batam, Zulhelmi di Batam, Rabu mengatakan anak-anak tersebut terjaring razia di sejumlah warung internet dan tempat bilyar saat masih jam sekolah.
"Selama ini banyak anak-anak sekolah yang berkeliaran pada jam-jam sekolah. Keadaan tersebut menimbulkan kesan yang kurang baik pada dunia pendidikan di Batam, maka kami melakukan razia ini," kata dia.
Ia mengatakan, razia akan terus dilakukan pada seluruh wilayah Kota Batam hingga tidak ada lagi anak-anak sekolah berkeluyuran pada jam belajar.
"Razia akan terus kami lakukan, kami berharap dengan cara ini akan bisa menimbulkan efek jera dan meningkatkan kualitas pendidikan di Batam," kata Zulhelmi.
Setelah dirazia, pelajar tersebut dibawa ke Markas Komando (Mako) Satpol PP Batam di Batam Centre untuk didata. Selanjutnya mereka dikembalikan ke pihak sekolah dan orang tua masing-masing.
"Mereka akan kami data dan kami serahkan pada sekolah atau orang tua mereka," kata dia.
Hasil penelitian oleh tim peneliti indeks capaian mutu pendidikan (ICMP) yang disampaikan di Batam belum lama ini menunjukkan kualitas sekolah SMP di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau pada 2011 masih rendah, kalah dengan Indragiri Hilir yang menjadi daerah dengan kualitas terendah di Provinsi Riau.
"Batam masih di bawah Indragiri Hilir. Padahal dari kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau, ICMP Indragiri Hilir itu yang paling rendah," kata anggota Tim Ahli ICMP Deibel Effendi yang memaparkan hasil penelitian pada Komisi IV DPRD Kota Batam, Dinas Pendidikan dan pelaku pendidikan setempat.
Di Kepulauan Riau (Kepri) Batam juga kalah dari Karimun dan Tanjungpinang.
Menurut dia, ICMP Kota Batam hanya 0,22 dan masuk dalam posisi rendah (0-0,4), sementara ICMP Indragiri Hilir dengan indeks 0,40 menjadi daerah terendah di Riau.
Effendi mengatakan, penelitian untuk Kota Batam dilakukan pada 26 SMP Negeri dengan menggunakan indikator delapan standar nasional pendidikan.
"Kajian tersebut di antaranya mencakup proses pembelajaran di sekolah, akuntabilitas kebijakan dan lingkungan, dengan merujuk kepada UU Nomor 30 Tahun 2003," kata dia.
(KR-LNO/E010)
Kepala Polisi Pamong Praja Kota Batam, Zulhelmi di Batam, Rabu mengatakan anak-anak tersebut terjaring razia di sejumlah warung internet dan tempat bilyar saat masih jam sekolah.
"Selama ini banyak anak-anak sekolah yang berkeliaran pada jam-jam sekolah. Keadaan tersebut menimbulkan kesan yang kurang baik pada dunia pendidikan di Batam, maka kami melakukan razia ini," kata dia.
Ia mengatakan, razia akan terus dilakukan pada seluruh wilayah Kota Batam hingga tidak ada lagi anak-anak sekolah berkeluyuran pada jam belajar.
"Razia akan terus kami lakukan, kami berharap dengan cara ini akan bisa menimbulkan efek jera dan meningkatkan kualitas pendidikan di Batam," kata Zulhelmi.
Setelah dirazia, pelajar tersebut dibawa ke Markas Komando (Mako) Satpol PP Batam di Batam Centre untuk didata. Selanjutnya mereka dikembalikan ke pihak sekolah dan orang tua masing-masing.
"Mereka akan kami data dan kami serahkan pada sekolah atau orang tua mereka," kata dia.
Hasil penelitian oleh tim peneliti indeks capaian mutu pendidikan (ICMP) yang disampaikan di Batam belum lama ini menunjukkan kualitas sekolah SMP di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau pada 2011 masih rendah, kalah dengan Indragiri Hilir yang menjadi daerah dengan kualitas terendah di Provinsi Riau.
"Batam masih di bawah Indragiri Hilir. Padahal dari kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau, ICMP Indragiri Hilir itu yang paling rendah," kata anggota Tim Ahli ICMP Deibel Effendi yang memaparkan hasil penelitian pada Komisi IV DPRD Kota Batam, Dinas Pendidikan dan pelaku pendidikan setempat.
Di Kepulauan Riau (Kepri) Batam juga kalah dari Karimun dan Tanjungpinang.
Menurut dia, ICMP Kota Batam hanya 0,22 dan masuk dalam posisi rendah (0-0,4), sementara ICMP Indragiri Hilir dengan indeks 0,40 menjadi daerah terendah di Riau.
Effendi mengatakan, penelitian untuk Kota Batam dilakukan pada 26 SMP Negeri dengan menggunakan indikator delapan standar nasional pendidikan.
"Kajian tersebut di antaranya mencakup proses pembelajaran di sekolah, akuntabilitas kebijakan dan lingkungan, dengan merujuk kepada UU Nomor 30 Tahun 2003," kata dia.
(KR-LNO/E010)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pencarian rombongan jurnalis hari ke-9, SAR persempit jangkau ke pesisir Selat Sunda
16 September 2026 10:42 WIB
Kasus perundungan remaja di Tanjungpinang diselesaikan secara kekeluargaan
14 September 2026 22:35 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
40 peserta ikuti tes CAT SKD Poltekpin, Kakanwil Kemenkum Kepri ingatkan junjung tinggi kejujuran dan integritas
25 September 2026 17:10 WIB
Kuliah umum deputi bidang imipas, Kemenkum Kepri dukung peguatan wawasan hukum keimigrasian dan pemasyarakatan di kalangan mahasiswa
24 September 2026 20:35 WIB
KPK panggil Sekda Kabupaten Bekasi hingga mertua Ade Kunang soal kasus dugaan suap
24 September 2026 15:35 WIB
Pengadilan kurangi hukuman Nadiem jadi 9 tahun penjara di kasus "Chromebook"
24 September 2026 13:56 WIB
KPK terbitkan sprindik baru dari pengembangan kasus korupsi Fadia Arafiq
24 September 2026 12:41 WIB
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dituntut 5 tahun penjara soal dugaan korupsi
24 September 2026 11:15 WIB