Pulau Putri Semakin Tandus
Kamis, 6 Desember 2012 22:22 WIB
Batam (ANTARA Kepri) - Pulau terluar NKRI yang berhadapan dengan Singapura dan Malaysia, Pulau Putri, semakin tandus.
"Dulu di sana banyak pohon kelapa, sekarang hanya satu," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan di Batam, Kamis.
Menurut Wali Kota, pohon-pohon di Pulau Putri semakin berkurang karena abrasi.
Wali Kota yang semasa kecil dan besar di sekitar pulau terluar itu menyayangkan kondisi pulau yang semakin "botak".
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam Suhartini mengatakan, selain karena abrasi, pohon-pohon di Pulau Putri hancur akibat limbah sludge oil yang kerap mencemari.
"Limbah itu lengket dan merusak bakau. Bakau bisa mati," kata dia.
Ia mengatakan, perlu pembersihan pulau dari limbah untuk menyelamatkan pulau itu.
Ketua RW 06 Kelurahan Sambau, Abas mengatakan, luas Pulau Putri di Kota Batam Kepulauan Riau terus menyusut.
"Dulu pada tahun 1960-an, luasnya enam kali lapangan sepak bola, sekarang kalau lagi pasang, tidak sampai satu lapangan sepak bola," kata Abas.
Menurut Abas yang rumahnya di tepat di bibir Pantai Nongsa berhadapan dengan Pulau Putri mengatakan luas Pulau Putri tiap hari terus berkurang karena abrasi.
Awalnya, kata dia, pulau itu memanjang seperti melindungi sebagian Pantai Nongsa dari perairan internasional. Namun kini, pulau itu seperti terbagi menjadi tiga pulau, karena bagian tengah pulau digenangi air laut.
"Kalau sedang surut, di antara kiri dengan yang tengah nampak batu-batu yang menghubungkannya," kata dia.
Menurut dia, abrasi di pulau itu sangat parah. Batu-batu yang hancur akibat ditembak kala konfrontasi Indonesia-Malaysia terbawa air laut kala pasang.
"Pulau itu jadi sasaran tembak tentara yang latihan perang dalam konfrontasi dengan malaysia," kata dia.
Selain itu, batu karang hancur akibat limbah minyak hitam yang kerap terbawa arus dari perairan internasional.(*)
Editor: Dedi
"Dulu di sana banyak pohon kelapa, sekarang hanya satu," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan di Batam, Kamis.
Menurut Wali Kota, pohon-pohon di Pulau Putri semakin berkurang karena abrasi.
Wali Kota yang semasa kecil dan besar di sekitar pulau terluar itu menyayangkan kondisi pulau yang semakin "botak".
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam Suhartini mengatakan, selain karena abrasi, pohon-pohon di Pulau Putri hancur akibat limbah sludge oil yang kerap mencemari.
"Limbah itu lengket dan merusak bakau. Bakau bisa mati," kata dia.
Ia mengatakan, perlu pembersihan pulau dari limbah untuk menyelamatkan pulau itu.
Ketua RW 06 Kelurahan Sambau, Abas mengatakan, luas Pulau Putri di Kota Batam Kepulauan Riau terus menyusut.
"Dulu pada tahun 1960-an, luasnya enam kali lapangan sepak bola, sekarang kalau lagi pasang, tidak sampai satu lapangan sepak bola," kata Abas.
Menurut Abas yang rumahnya di tepat di bibir Pantai Nongsa berhadapan dengan Pulau Putri mengatakan luas Pulau Putri tiap hari terus berkurang karena abrasi.
Awalnya, kata dia, pulau itu memanjang seperti melindungi sebagian Pantai Nongsa dari perairan internasional. Namun kini, pulau itu seperti terbagi menjadi tiga pulau, karena bagian tengah pulau digenangi air laut.
"Kalau sedang surut, di antara kiri dengan yang tengah nampak batu-batu yang menghubungkannya," kata dia.
Menurut dia, abrasi di pulau itu sangat parah. Batu-batu yang hancur akibat ditembak kala konfrontasi Indonesia-Malaysia terbawa air laut kala pasang.
"Pulau itu jadi sasaran tembak tentara yang latihan perang dalam konfrontasi dengan malaysia," kata dia.
Selain itu, batu karang hancur akibat limbah minyak hitam yang kerap terbawa arus dari perairan internasional.(*)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Kepri dan Pertamina NRE bahas rencana pemanfaatan energi Pulau Sembur
23 September 2026 22:12 WIB
Kampung Adat Ende jadi alternatif wisata usai kebakaran melanda Kampung Adat Sade
04 September 2026 16:14 WIB
Dampak kualitas udara memburuk, Pemkab Natuna terapkan belajar dari rumah di Subi dan Pulau Panjang
04 September 2026 11:06 WIB
Menteri PU dukung pembangunan museum dan monumen bahasa nasional Pulau Penyengat
30 August 2026 22:19 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BP3MI Kepri matangkan skema khusus pekerja perbatasan Karimun dan Meranti
26 September 2026 17:22 WIB
ISMI Kepri 2026--2030 resmi dikukuhkan, Misni minta amanah dijalankan untuk kemajuan daerah
26 September 2026 15:49 WIB
Pemkot Batam bangun kolam retensi dan drainase di sejumlah kawasan untuk atasi genangan
25 September 2026 14:06 WIB