Natuna Bebas Flu Burung
Selasa, 22 Januari 2013 7:19 WIB
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Natuna Taufik Ismail (kepri.antaranews.com/Lia Rais)
Ranai (ANTARA Kepri) - Hingga saat ini Natuna masih bebas dari penyakit Flu Burung dan menjadi salah satu dari dua kabupaten yang bebas virus H5N1 di Provinsi Kepulauan Riau, kata Kabid Peternakan Dinas Pertanian Peternakan Kabupaten Natuna drh. Taufik Ismail di Ranai, Selasa.
Pernyataannya itu terkait penyebaran virus flu burung di Pontianak, Kalimantan Barat yang merupakan daerah asal bibit ayam potong di Natuna.
Menurut Taufik, walau di daerah asal ayam tersebut sedang mewabah flu burung, namun ayam yang dipasok ke Natuna belum ditemukan terjangkit virus H5N1.
“Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap sampel darah ayam oleh rekan kami dari Balai Penelitian Hewan dan Unggas di Bukittinggi, yang mengambil sampel dari unggas itik dan ayam di Natuna belum lama ini dan terbukti belum ada yang positif virus H5N1,†ujar Taufik.
Ia mengatakan, penyebaran virus tersebut pada unggas di wilayah Provinsi Kepulauan Riau sudah ditemukan sejak 2011 lalu, namun dari tujuh kabupaten kota yang ada di Kepulauan Riau hingga kini Kabupaten Natuna dan Anambas masih bebas dari flu burung.
Menurut dia, saat ini sudah 11 provinsi yang dinyatakan endemik flu burung, bahkan virus ini juga telah menyerang unggas itik atau bebek yang selama ini dinyatakan kuat terhadap virus H5N1.
Ia menjelaskan, dalam upaya mencegah penularan flu burung pada hewan unggas yang berada diwilayah Natuna, pihaknya giat melakukan sosialisasi dengan turun kelapangan mengingatkan masyarakat akan kesehatan unggas.
“Tidak menutup kemungkinan jika virus berbahaya itu nantinya akan masuk ke Natuna. Untuk itu kami mengimbau masyarakat supaya menjaga kebersihan kandang unggas peliharaan serta berhati- hati jika membawa unggas dari luar Natuna,†katanya. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
Pernyataannya itu terkait penyebaran virus flu burung di Pontianak, Kalimantan Barat yang merupakan daerah asal bibit ayam potong di Natuna.
Menurut Taufik, walau di daerah asal ayam tersebut sedang mewabah flu burung, namun ayam yang dipasok ke Natuna belum ditemukan terjangkit virus H5N1.
“Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap sampel darah ayam oleh rekan kami dari Balai Penelitian Hewan dan Unggas di Bukittinggi, yang mengambil sampel dari unggas itik dan ayam di Natuna belum lama ini dan terbukti belum ada yang positif virus H5N1,†ujar Taufik.
Ia mengatakan, penyebaran virus tersebut pada unggas di wilayah Provinsi Kepulauan Riau sudah ditemukan sejak 2011 lalu, namun dari tujuh kabupaten kota yang ada di Kepulauan Riau hingga kini Kabupaten Natuna dan Anambas masih bebas dari flu burung.
Menurut dia, saat ini sudah 11 provinsi yang dinyatakan endemik flu burung, bahkan virus ini juga telah menyerang unggas itik atau bebek yang selama ini dinyatakan kuat terhadap virus H5N1.
Ia menjelaskan, dalam upaya mencegah penularan flu burung pada hewan unggas yang berada diwilayah Natuna, pihaknya giat melakukan sosialisasi dengan turun kelapangan mengingatkan masyarakat akan kesehatan unggas.
“Tidak menutup kemungkinan jika virus berbahaya itu nantinya akan masuk ke Natuna. Untuk itu kami mengimbau masyarakat supaya menjaga kebersihan kandang unggas peliharaan serta berhati- hati jika membawa unggas dari luar Natuna,†katanya. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Damkar Natuna sosialisasikan bahaya karhutla ke masyarakat di sejumlah kecamatan
16 September 2026 12:32 WIB
Pemkab Natuna perpanjang kontrak 2.250 PPPK paruh waktu periode 2026-2027
16 September 2026 11:17 WIB
Bulog Natuna datangkan 96.252 liter minyak goreng untuk masyarakat perbatasan
15 September 2026 17:21 WIB