Baghdad (ANTARA) - Administrasi kepresidenan Irak menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk campur tangan asing dalam politik domestik negara itu, menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menghentikan bantuan kepada Irak jika Nouri al-Maliki terpilih sebagai perdana menteri.

“Kepresidenan Republik Irak menegaskan kembali penolakannya terhadap segala bentuk intervensi eksternal dalam urusan politik Irak,” bunyi pernyataan kantor kepresidenan pada Kamis (29/1).

Pada Selasa, Trump mengatakan AS tidak akan memberikan bantuan kepada Irak apabila al-Maliki kembali menjabat sebagai perdana menteri. Trump menilai, pada periode terakhir al-Maliki berkuasa, negara tersebut terjerumus ke dalam kemiskinan dan kekacauan total.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Kamis, Kantor Presiden Irak menegaskan bahwa Kepresidenan Republik Irak menolak segala bentuk intervensi eksternal dalam urusan politik nasional.

Nouri al-Maliki pernah menjabat sebagai perdana menteri Irak pada periode 2006 hingga 2014. Pada masa akhir pemerintahannya, kelompok teroris ISIS menguasai wilayah yang luas di Irak.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Irak menolak campur tangan asing di tengah ancaman Trump