Batam (Antara Kepri) - Kapal pukat milik nelayan karam di perairan Pulau Abang Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau mengakibatkan lima dari sembilan orang anak buah kapal dinyatakan hilang.
"Lima orang anak buah kapal (ABK), nelayan, masih belum ketemu," kata warga Pulau Abang, Ledy di Batam, Selasa.
Menurut Ledy, kemungkinan kapal pukat cumi-cumi itu karam Minggu (14/7) malam, akibat terjangan angin barat. Pada hari Selasa sekitar pukul 17.00 WIB, nelayan menemukan kapal itu dalam kondisi telungkup.
Nelayan sekitar Pulau Abang juga sudah menyelamatkan beberapa bagian kapal yang masih bisa diselamatkan, kata dia.
Tempat kejadian diperkirakan di sekitar Pulau Abang dan Pulau Pompong, perbatasan antara Kota Batam dan Kabupaten Lingga.
Pada saat kejadian, nelayan melapor ke Pos TNI AL yang berada di Pulau Abang. Prajurit TNI AL langsung turun untuk mencari kapal dan ABK yang hilang. Namun, masih belum ditemukan.
Saat ini, kata dia, tim SAR sudah diterjunkan untuk mencari lima nelayan yang hilang, sedangkan empat orang yang sempat diselamatkan warga masih dalam tahap pemulihan dan akan dibawa ke Rumah Sakit di pulau utama, Batam.
Warga Pulau Abang yang lain, Rahmad, memperkirakan kapal karam akibat hempasan angin badai yang memang terjadi pada hari Minggu malam.
Ia mengatakan bahwa kapal itu sedang dalam perjalanan ke Tanjung Balai Karimun.
"Sekarang, Tim SAR sudah dilokasi," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Kapal Karam Lima ABK Hilang
Selasa, 16 Juli 2013 19:51 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KSOP Batam evakuasi 9 awak kapal MV Golden Star 1 yang tenggelam di Selat Malaka
06 June 2026 12:21 WIB
SAR gabungan tangani kecelakaan kapal speed boat tenggelam di perairan Karimun
31 December 2025 17:20 WIB
Tim SAR gabungan temukan seorang WNA asal Spanyol korban kecelakaan kapal di Labuan Bajo
29 December 2025 11:27 WIB