Pulau Terluar NKRI Terperhatikan Karena Antara
Kamis, 12 Desember 2013 17:48 WIB
Walikota Batam, Ahmad Dahlan (depan) didampingi Kepala Biro LKBN ANTARA Biro Kepulauan Riau, Evy Ratnawati Syamsir (kiri) menanam pohon kelapa di perbatasan NKRI dengan Singapura dan Malaysia di Pulau Putri, Batam, beberapa waktu lalu. (FOTO ANTARA/H
Batam (Antara Kepri) - Nasib salah satu pulau terluar NKRI, Pulau Putri menjadi terperhatikan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan instansi lain semenjak acara penanaman pohon yang dilakukan Perum LKBN Antara, tahun lalu, kata penjaga mercusuar Pulau Putri Ucok Harahap.
"Semenjak acara yang digelar Antara itu lah, Pulau Putri menjadi dilirik dan diperhatikan pemerintah dan banyak kalangan," kata Ucok Harahap ketika ditemui di Pulau Putri, Batam, Kamis.
Sebelum Antara melakukan penanaman pohon dan publikasi mengenai ancaman abrasi di pulau yang berhadapan dengan Singapura dan Malaysia itu, pemerintah dirasakan kurang menaruh perhatian. Namun, sejak perayaan HUT Antara ke 75, Desember tahun lalu, pemerintah menaruh perhatian khusus.
"Orang pemerintah jadi sering datang, orang Kesbangpol datang menanyakan bendera, juga ada banyak pembangunan yang dilakukan sejak itu," kata dia.
Saat ini, pemerintah tengah membangun musola untuk tempat pengunjung beribadah di sana. Selain itu pemerintah juga tengah mengancang-ancang mereklamasi pulau yang terus mengecil itu.
"Saya dengar juga akan dibangun jembatan. Sudah banyak orang pemerintah yang datang," kata dia.
LKBN Antara, kata dia, telah membuka mata pemerintah mengenai kondisi Pulau Putri, yang dulunya menjadi pusat latihan perang, kala Indonesia bersengketa dengan Malaysia.
Sayang, perhatian yang diberikan LKBN Antara demi kebersihan dan kelestarian Pulau Putri tidak diimbangi kepedulian pengunjung. Plang ajakan membuang sampah pada tempatnya dan tong sampah yang disiapkan Antara bekerja sama dengan Bapedalda Kota Batam dirusak pengunjung.
Begitu pula pelampung yang dibuat Antara untuk memisahkan daerah penanaman bakau, diambil pengunjung yang tidak bertanggungjawab.
"Rasa kepedulian pengunjung sangat rendah," kata dia.
Pada perayaan dirgahayunya yang ke 75 tahun lalu, LKBN Antara menanam 1.000 pohon bakau dan pinus di sekitar Pulau Putri untuk menjaga kelestarian pulau terluar. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
"Semenjak acara yang digelar Antara itu lah, Pulau Putri menjadi dilirik dan diperhatikan pemerintah dan banyak kalangan," kata Ucok Harahap ketika ditemui di Pulau Putri, Batam, Kamis.
Sebelum Antara melakukan penanaman pohon dan publikasi mengenai ancaman abrasi di pulau yang berhadapan dengan Singapura dan Malaysia itu, pemerintah dirasakan kurang menaruh perhatian. Namun, sejak perayaan HUT Antara ke 75, Desember tahun lalu, pemerintah menaruh perhatian khusus.
"Orang pemerintah jadi sering datang, orang Kesbangpol datang menanyakan bendera, juga ada banyak pembangunan yang dilakukan sejak itu," kata dia.
Saat ini, pemerintah tengah membangun musola untuk tempat pengunjung beribadah di sana. Selain itu pemerintah juga tengah mengancang-ancang mereklamasi pulau yang terus mengecil itu.
"Saya dengar juga akan dibangun jembatan. Sudah banyak orang pemerintah yang datang," kata dia.
LKBN Antara, kata dia, telah membuka mata pemerintah mengenai kondisi Pulau Putri, yang dulunya menjadi pusat latihan perang, kala Indonesia bersengketa dengan Malaysia.
Sayang, perhatian yang diberikan LKBN Antara demi kebersihan dan kelestarian Pulau Putri tidak diimbangi kepedulian pengunjung. Plang ajakan membuang sampah pada tempatnya dan tong sampah yang disiapkan Antara bekerja sama dengan Bapedalda Kota Batam dirusak pengunjung.
Begitu pula pelampung yang dibuat Antara untuk memisahkan daerah penanaman bakau, diambil pengunjung yang tidak bertanggungjawab.
"Rasa kepedulian pengunjung sangat rendah," kata dia.
Pada perayaan dirgahayunya yang ke 75 tahun lalu, LKBN Antara menanam 1.000 pohon bakau dan pinus di sekitar Pulau Putri untuk menjaga kelestarian pulau terluar. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kampung Adat Ende jadi alternatif wisata usai kebakaran melanda Kampung Adat Sade
04 September 2026 16:14 WIB
Dampak kualitas udara memburuk, Pemkab Natuna terapkan belajar dari rumah di Subi dan Pulau Panjang
04 September 2026 11:06 WIB
Menteri PU dukung pembangunan museum dan monumen bahasa nasional Pulau Penyengat
30 August 2026 22:19 WIB
Kepolisian bantu salurkan 25.000 liter air bersih untuk warga di Pulau Penyengat
28 August 2026 9:18 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Luhut sebut uji coba transfer tunai penyaluran bansos dimulai kuartal I-II 2027
05 September 2026 15:29 WIB