Singapura Aman dari Kabut Asap Sumatera
Rabu, 19 Februari 2014 15:11 WIB
Batam (Antara Kepri) - Wilayah Singapura dan Kota Batam Kepulauan Riau aman dari kabut asap Sumatera yang menebal di beberapa daerah di Sumatera.
"Kalau melihat satelit, justru angin ke arah utara, bukan ke timur. Batam dan Singapura tidak terkena dampak asap dari Sumatera, aman," kata Kepala BMKG Hang Nadim Batam, Phillip Mustamu di Batam, Rabu.
Ia mengatakan kabut asap dari arah Sumatera bertiup ke Lautan Hindia dan tidak sampai ke Semenanjung Malaka, sehingga Malaysia pun tidak akan merasakan kabut asap kiriman.
BMKG Hang Nadim memantau, titik api lebih banyak terlihat di Riau. Sedangkan kebakaran lahan yang beberapa kali terjadi di Batam tidak sampai menimbulkan hot spot dan kabut asap.
"Kalau di Batam, kebakaran dan dampaknya itu sifatnya masih lokal sekali, temperaturnya tidak sampai menimbulkan hot spot," kata dia.
Sementara itu, berdasarkan pantuan Satelit Terra & Aqua pagi ini terdeteksi titik panas di Riau meningkat dari 126 pada 18 Februari lalu menjadi 256 titik yang tersebar di sejumlah kabupaten kota.
Kebakaran lahan yang masih banyak terjadi membuat Pemprov Riau memperpanjang Status Siaga Bencana Asap dan Kebakaran Lahan selama dua pekan kedepan.
Titik panas paling banyak mencapai 94 titik terdeteksi berada di Kabupaten Bengkalis, dan Kepulauan Meranti sebanyak 32 titik.
Kemudian, titik panas di Kabupaten Indragiri Hilir (26), Pelalawan (34), Siak (52), Rokan Hilir (10), Kota Dumai (7) dan Kabupaten Kampar (1).
Otoritas Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menyatakan, sejumlah penerbangan dari Jakarta dan Singapura terpaksa ditunda karena asap pekat tidak aman untuk penerbangan. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Kalau melihat satelit, justru angin ke arah utara, bukan ke timur. Batam dan Singapura tidak terkena dampak asap dari Sumatera, aman," kata Kepala BMKG Hang Nadim Batam, Phillip Mustamu di Batam, Rabu.
Ia mengatakan kabut asap dari arah Sumatera bertiup ke Lautan Hindia dan tidak sampai ke Semenanjung Malaka, sehingga Malaysia pun tidak akan merasakan kabut asap kiriman.
BMKG Hang Nadim memantau, titik api lebih banyak terlihat di Riau. Sedangkan kebakaran lahan yang beberapa kali terjadi di Batam tidak sampai menimbulkan hot spot dan kabut asap.
"Kalau di Batam, kebakaran dan dampaknya itu sifatnya masih lokal sekali, temperaturnya tidak sampai menimbulkan hot spot," kata dia.
Sementara itu, berdasarkan pantuan Satelit Terra & Aqua pagi ini terdeteksi titik panas di Riau meningkat dari 126 pada 18 Februari lalu menjadi 256 titik yang tersebar di sejumlah kabupaten kota.
Kebakaran lahan yang masih banyak terjadi membuat Pemprov Riau memperpanjang Status Siaga Bencana Asap dan Kebakaran Lahan selama dua pekan kedepan.
Titik panas paling banyak mencapai 94 titik terdeteksi berada di Kabupaten Bengkalis, dan Kepulauan Meranti sebanyak 32 titik.
Kemudian, titik panas di Kabupaten Indragiri Hilir (26), Pelalawan (34), Siak (52), Rokan Hilir (10), Kota Dumai (7) dan Kabupaten Kampar (1).
Otoritas Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menyatakan, sejumlah penerbangan dari Jakarta dan Singapura terpaksa ditunda karena asap pekat tidak aman untuk penerbangan. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menteri Luar Negeri Singapura berkunjung ke Batam perkuat kerjasama bilateral
03 September 2026 11:14 WIB
Singapura akan salurkan bantuan kemanusiaan ke Nepal pascbencana dampak banjir dan longsor
01 September 2026 11:41 WIB
Gagal melaju ke final Piala AFF, Pelatih Gavin Lee sebut sepak bola itu kejam
19 August 2026 15:15 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BPJS Kesehatan Batam gandeng perusahaan untuk bantuan iuran JKN bagi masyarakat
01 October 2026 16:42 WIB