Natuna (Antara Kepri) - Bupati Natuna Ilyas Sabli menyatakan, Pelabuhan Perikanan Selat Lampa dapat menunjang optimalisasi pemberdayaan hasil perikanan yang menjadi salah satu potensi bagi sumber pendapatan asli daerah (PAD).

"Tujuan utama pembangunan pelabuhan tersebut untuk mengeksploitasi potensi ikan Natuna yang cukup berlimpah sehingga bisa menjadi sumber kesejahteraan dan pendapatan daerah," kata dia, Sabtu.

Saat meletakkan batu pertama pembangunan pelabuhan perikanan tersebut, Bupati Ilyas Sabli mengatakan, proyek usulan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan itu diharapkan menjadi sarana multifungsi sehingga selain menunjang pembangunan ekonomi di sektor perikanan, juga menjadi pendorong keamanan laut Natuna yang rentan dengan pencurian ikan atau "illegal fishing".

"Kita berharap pelabuhan ini bisa memiliki banyak fungsi terutama sekali untuk mendukung perekonomian melalui potensi ikan dan bisa menunjang uapaya-upaya pengamanan laut," harap Ilyas.

Kabupaten Natuna memiliki 99 persen perairan dari seluruh wilayahnya, dengan potensi kelautan dan perikanan yang melimpah, serta berbatasan dengan beberapa negara tetangga dan berada pada jalur strategis lintas-maritim.

Seharusnya, kata dia, potensi tersebut mampu menjadi sumber PAD untuk modal pembangunan, serta mendukung terwujudnya peningkatan ekonomi kerakyatan dan kesejahteran masyarakat.

Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Natuna, hingga tahun ini potensi perikanan Natuna per tahunnya mencapai angka 48.705 ton, dengan rincian perikanan tangkap sebanyak 47.304 ton, sedangkan perikanan budidaya sebanyak 733 ton.

Namun sampai saat ini, ia mengatakan potensi tersebut belum dapat dioptimalkan untuk tujuan pembangunan mengingat sampai saat ini, isu nasional yaitu "illegal fishing" masih sering terjadi, walaupun berbagai upaya telah dilakukan dalam mengamankan perairan dengan pelaku pencurian ikan.

Faktor lain yang menyebabkan potensi perikanan belum dapat dioptimalkan adalah disebabkan pengelolaan hasil perikanan belum dapat dipasarkan dalam skala besar, belum dapat dikelola melalui sarana produksi modern, atau masih dikelola secara tradisional dengan pengetahuan yang didapat secara turun temurun.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Natuna, Ir. Wahyu Nugroho mengatakan, pembangunan yang dilaksanakan ini menggunakan anggaran bersumber dari APBN sebesar Rp46,7 miliar.

"Pembangunan dalam 2 tahap. Tahap pertama menelan anggaran Rp46,7 miliar dari total anggaran sebesar Rp50 miliar. Pembangunan meliputi backboat, penimbunan sisi laut, trestel, dan demaga dengan ukuran 8x100 meter," pungkas dia. (Antara)

Editor: Rusdianto


Pewarta : Zam Jambak
Editor : Kepulauan Riau
Copyright © ANTARA 2024