Proses Evakuasi Pesawat Terhambat Ketersediaan BBM
Selasa, 6 Desember 2016 16:11 WIB
Sejumlah armada kapal dari Tim SAR Gabungan sedang mempersiapkan di pelabuhan Senayang, sebelum melanjutkan pencarian pesawat Polri yang jatuh di perairan Lingga, Senin (5/12). (Antarakepri/Ardhi)
Lingga (Antara Kepri) - Proses evakuasi pesawat Polri M-28 Sky Truck di perairan Lingga hari ke empat, Selasa (6/12) terus dilakukan, meskipun mengalami sedikit kendala pada ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).
Kabid Humas Polda Kepri, AKBP S Erlangga mengatakan, tim SAR gabungan menemukan beberapa titik koordinat yang diduga bagian dari pesawat.
"Ada beberapa titik yang terpantau dari udara dan sedang di selidiki oleh tim. Sementara ini belum ada temuan baru, masih yang kemarin," kata dia, dihubungi dari Lingga, Selasa.
Menurutnya, ada beberapa kendala yang berpotensi menghambat proses evakuasi tim SAR di lapangan, salah satunya kondisi ketersediaan BBM untuk armada kapal.
"Kapal-kapal ini 'kan membutuhkan BBM, sementara jumlah kuotanya di pulau Senayang terbatas. Jadi harus ke Tanjungpinang. Ini memakan waktu sekitar 2 Jam," ungkapnya.
Kendala lain, lanjutnya, kondisi arus di titik koordinat jatuhnya pesawat cukup deras. Sehingga menyulitkan para penyelam samapai ke dasar laut yang kedalamannya diperkirakan sekitar 25-30 meter.
"Meski kondisi di atasnya landai, tapi di kedalamannya cukup deras. Ini menyulitkan para penyelam," tutupnya. (Antara)
Editor: Evy R Syamsir
Kabid Humas Polda Kepri, AKBP S Erlangga mengatakan, tim SAR gabungan menemukan beberapa titik koordinat yang diduga bagian dari pesawat.
"Ada beberapa titik yang terpantau dari udara dan sedang di selidiki oleh tim. Sementara ini belum ada temuan baru, masih yang kemarin," kata dia, dihubungi dari Lingga, Selasa.
Menurutnya, ada beberapa kendala yang berpotensi menghambat proses evakuasi tim SAR di lapangan, salah satunya kondisi ketersediaan BBM untuk armada kapal.
"Kapal-kapal ini 'kan membutuhkan BBM, sementara jumlah kuotanya di pulau Senayang terbatas. Jadi harus ke Tanjungpinang. Ini memakan waktu sekitar 2 Jam," ungkapnya.
Kendala lain, lanjutnya, kondisi arus di titik koordinat jatuhnya pesawat cukup deras. Sehingga menyulitkan para penyelam samapai ke dasar laut yang kedalamannya diperkirakan sekitar 25-30 meter.
"Meski kondisi di atasnya landai, tapi di kedalamannya cukup deras. Ini menyulitkan para penyelam," tutupnya. (Antara)
Editor: Evy R Syamsir
Pewarta : Ardhi
Editor : Kepulauan Riau
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BP Batam tuntaskan proses verifikasi lahan Sekolah Terintegrasi Merah Putih
17 August 2026 16:03 WIB
KPK periksa 5 ASN BPK RI dalami proses audit laporan keuangan Pemkab Muara Enim
16 July 2026 13:03 WIB
KPKNL Batam sebut penaksiran BMN oleh satker percepat proses lelang aset negara
30 June 2026 11:43 WIB
Bupati Pati Sudewo didakwa terima Rp2,4 M dalam proses pengisian perangkat desa
15 June 2026 13:47 WIB
Polisi sebut ada 23 adegan diperagakan oleh tersangka terkait kasus kekerasan daycare
09 June 2026 16:25 WIB