Roti jala 73 meter masuk MURI
Sabtu, 25 Agustus 2018 21:39 WIB
Sebanyak 146 mahasiswa dari Politeknik Pariwisata Batam bersama-sama membuat roti jala sepanjang 73 meter di halaman gedung BP Batam. Roti jala terpanjang tersebut tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) di urutan ke 8.500. (Antara News Kepri/Messa Haris)
Batam (Antaranews Kepri) - Badan Pengusahaan Batam kembali mendapatkan piagam dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) setelah berhasil membuat makanan khas Melayu, roti jala sepanjang 73 meter dalam acara funtastic ragam Indonesia Batam untuk Indonesia.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Humas BP Batam, Ady Soegiharto, di Batam, Sabtu, mengatakan pemecahan rekor roti jala terpanjang tersebut sempena dengan peringatah HUT RI ke-73.
"Sebelumnya kita sudah tercatat di MURI dengan menggelar tarian rampai Batam yang dibawakan sekitar 20 ribu penari dan kali ini kita mengangkat makanan khas Melayu roti jala," ujar Ady.
Ady menambahkan dengan masuknya roti jala terpanjang di MURI nanti diharapkan tidak hanya bisa dikenal oleh semua masyarakat Indonesia tapi juga dunia.
Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan pihaknya akan secara berkelanjutan mengelar acara-acara yang dapat mendatangkan para wisatawan lokal dan mancanegara.
"Tahun depan kita akan kembali mengadakan acara Batam Menari," papar Lukita.
Lukita yakin Kota Batam bisa bersaing dengan negara-negara tetangga tidak hanya dari segi perekonomian tapi juga dari sisi pariwisata.
Karena Kota Batam, kata Lukita memiliki potensi besar di bidang pariwisata.
Sementara itu Wakil Gubernur Provinsi Kepri, Isdianto mengatakan acara yang digelar BP Batam merupakan hal yang luar biasa.
"Terima kasih kepada pak Lukita dan saya berharap iven seperti ini bisa terus dilaksanakan, karena sektor pariwisata bisa menjadi unggulan kita kedepan," ujar Isdianto.
Dengan adanya iven-iven yang terjadwal, Isdianto yakin wisatawan lokal dan mancanegara akan terus bertambah di Provinsi Kepri.
"Iven seperti ini jangan hanya ada di Kota Batam saja, kabupaten/kota lainnya juga harus mengarap iven-iven lain untuk mendatangkan wisatawan," papar Isdianto.
Senior Manager MURI, Awan Rahargo mengatakan pihaknya akan melakukan verifikasi terkait pemecahan rekor roti jala terpanjang di Indonesia tersebut.
"Ini merupakan pencatatan rekor MURI yang baru, karena kita belum pernah mencatat dalam kategori kulinari yaitu dalam pembuatan roti jala terpanjang yaitu 73 meter," kata Awan.
Awan mengatakan roti jala terpanjang tersebut masuk dalam salah satu kriteria MURI.
"MURI mencatat dalam hal yang terukur. Baik itu dari segi jumlah atau lainnya," papar Awan.
MURI. lanjut Awan, juga akan mencatat secara detail berapa banyak bahan yang dibutuhkan dan jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
"Itu akan kita rangkaikan untuk memberikan informasi yang komplit kepada masyarakat," ujar Awan.
Saat ini, kata Awan, sudah ada 3.500 kuliner yang tercatat di MURI dan roti jala sepanjang 73 meter tersebut masuk ke urutan rekor 8.500.
"MURI sudah 28 tahun mencatat rekor-rekor yang dibuat putra-putri bangsa kita dan roti jala terpanjang adalah yang pertama tercatat di MURI," pungkas Awan.(Antara)
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Humas BP Batam, Ady Soegiharto, di Batam, Sabtu, mengatakan pemecahan rekor roti jala terpanjang tersebut sempena dengan peringatah HUT RI ke-73.
"Sebelumnya kita sudah tercatat di MURI dengan menggelar tarian rampai Batam yang dibawakan sekitar 20 ribu penari dan kali ini kita mengangkat makanan khas Melayu roti jala," ujar Ady.
Ady menambahkan dengan masuknya roti jala terpanjang di MURI nanti diharapkan tidak hanya bisa dikenal oleh semua masyarakat Indonesia tapi juga dunia.
Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan pihaknya akan secara berkelanjutan mengelar acara-acara yang dapat mendatangkan para wisatawan lokal dan mancanegara.
"Tahun depan kita akan kembali mengadakan acara Batam Menari," papar Lukita.
Lukita yakin Kota Batam bisa bersaing dengan negara-negara tetangga tidak hanya dari segi perekonomian tapi juga dari sisi pariwisata.
Karena Kota Batam, kata Lukita memiliki potensi besar di bidang pariwisata.
Sementara itu Wakil Gubernur Provinsi Kepri, Isdianto mengatakan acara yang digelar BP Batam merupakan hal yang luar biasa.
"Terima kasih kepada pak Lukita dan saya berharap iven seperti ini bisa terus dilaksanakan, karena sektor pariwisata bisa menjadi unggulan kita kedepan," ujar Isdianto.
Dengan adanya iven-iven yang terjadwal, Isdianto yakin wisatawan lokal dan mancanegara akan terus bertambah di Provinsi Kepri.
"Iven seperti ini jangan hanya ada di Kota Batam saja, kabupaten/kota lainnya juga harus mengarap iven-iven lain untuk mendatangkan wisatawan," papar Isdianto.
Senior Manager MURI, Awan Rahargo mengatakan pihaknya akan melakukan verifikasi terkait pemecahan rekor roti jala terpanjang di Indonesia tersebut.
"Ini merupakan pencatatan rekor MURI yang baru, karena kita belum pernah mencatat dalam kategori kulinari yaitu dalam pembuatan roti jala terpanjang yaitu 73 meter," kata Awan.
Awan mengatakan roti jala terpanjang tersebut masuk dalam salah satu kriteria MURI.
"MURI mencatat dalam hal yang terukur. Baik itu dari segi jumlah atau lainnya," papar Awan.
MURI. lanjut Awan, juga akan mencatat secara detail berapa banyak bahan yang dibutuhkan dan jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
"Itu akan kita rangkaikan untuk memberikan informasi yang komplit kepada masyarakat," ujar Awan.
Saat ini, kata Awan, sudah ada 3.500 kuliner yang tercatat di MURI dan roti jala sepanjang 73 meter tersebut masuk ke urutan rekor 8.500.
"MURI sudah 28 tahun mencatat rekor-rekor yang dibuat putra-putri bangsa kita dan roti jala terpanjang adalah yang pertama tercatat di MURI," pungkas Awan.(Antara)
Pewarta : Messa Haris
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Wakil Bupati Natuna ingatkan masyarakat pentingnya pendidikan untuk tingkatkan kesejahteraan
26 January 2026 17:32 WIB