Pengungsi Gunung Merapi jalani tes cepat
Sabtu, 7 November 2020 5:53 WIB
Pengungsi Gunung Merapi di Kabupaten Magelang, Jateng, Jumat (6/11/2020) menjalani tes cepat. (FOTO ANTARA/Heru Suyitno)
Magelang, Jateng (ANTARA) - Para warga di kawasan Gunung Merapi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Jumat (6/11) 2020 menjalani tes cepat (rapid test) COVID-19 di lokasi pengungsian.
"Karena masih situasi pandemi, semua pengungsi yang masuk di sini dilakukan dengan protokol kesehatan COVID-19, salah satunya dilakukan 'rapid test'," kata Bupati Magelang Zaenal Arifin di Magelang Jumat, saat meninjau lokasi pengungsian di Balai Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan.
Sebanyak 126 jiwa warga Desa Krinjing, Kecamatan Dukun saat ini mengungsi di Balai Desa Deyangan tersebut.
Zaenal menyampaikan jika dari hasil tes cepat tersebut hasilnya reaktif akan dirujuk menuju rumah sakit. Nantinya akan dilakukan penanganan lebih lanjut.
"Kalau ditemukan reaktif akan langsung dirujuk ke rumah sakit untuk ditindaklanjuti dengan tes usap (swab)," katanya.
Menurut dia hal tersebut perlu dilakukan dengan harapan tidak ditemukan hal-hal yang tidak diinginkan.
"Harapannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, jangan sampai menular pada pengungsi yang lain," demikian Zaenal Arifin.
"Karena masih situasi pandemi, semua pengungsi yang masuk di sini dilakukan dengan protokol kesehatan COVID-19, salah satunya dilakukan 'rapid test'," kata Bupati Magelang Zaenal Arifin di Magelang Jumat, saat meninjau lokasi pengungsian di Balai Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan.
Sebanyak 126 jiwa warga Desa Krinjing, Kecamatan Dukun saat ini mengungsi di Balai Desa Deyangan tersebut.
Zaenal menyampaikan jika dari hasil tes cepat tersebut hasilnya reaktif akan dirujuk menuju rumah sakit. Nantinya akan dilakukan penanganan lebih lanjut.
"Kalau ditemukan reaktif akan langsung dirujuk ke rumah sakit untuk ditindaklanjuti dengan tes usap (swab)," katanya.
Menurut dia hal tersebut perlu dilakukan dengan harapan tidak ditemukan hal-hal yang tidak diinginkan.
"Harapannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, jangan sampai menular pada pengungsi yang lain," demikian Zaenal Arifin.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kasus alat antigen bekas, seluruh direksi Kimia Farma Diagnostika dipecat
16 May 2021 16:26 WIB, 2021
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Cuaca Kepri Minggu ini, BMKG: Waspada hujan di Batam, Karimun, Natuna, Anambas
27 September 2026 6:52 WIB
BP3MI Kepri matangkan skema khusus pekerja perbatasan Karimun dan Meranti
26 September 2026 17:22 WIB
ISMI Kepri 2026--2030 resmi dikukuhkan, Misni minta amanah dijalankan untuk kemajuan daerah
26 September 2026 15:49 WIB