
BPS serahkan sertifikat lahan Pusat Data Nasional di Batam

Batam (ANTARA) - Badan Pertanahan Nasional Kota Batam menyerahkan sertifikat lahan seluas lima hektare untuk pembangunan Pusat Data Nasional kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.
"Serah terima sertifikat lahan tanah untuk pembangunan pusat data pemerintah di Nongsa Digital Park Batam. Luas lahan 5 hektar yang direncanakan dibangun pusat data Tier-IV standar global atau standar global tingkat 4 adalah yang sangat tinggi untuk pusat data," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate di Batam, Jumat (24/6).
Ia mengatakan pusat data yang akan dibangun di Batam merupakan pusat data kedua di Indonesia yang telah tersedia jaringan fiber optik yang menghubungkan Kota Batam dan Barat Indonesia.
"Pusat data di Batam ini merupakan pusat data kedua pemerintah. Pusat data pertama pemerintah di bangun di Jakarta di kawasan Deltamas Industri, dan yang kedua di bangun di kawasan Nongsa Digital Park. Kedua pusat data ini terhubung dan 'redundant', sehingga bisa saling nanti memberikan dukungan pelayanan data. Mengapa di bangun di Batam , karena di Batam juga sudah tersedia jaringan fiber optik yang menghubungkan Batam dengan Barat Indonesia," kata Johnny.
Selain pembangunan pusat data di Kota Batam, pemerintah juga akan membangun pusat data ketiga yang berlokasi di Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur tepatnya di Ibu Kota Negara (IKN) dalam upaya melayani pusat pemerintahan yang baru.
Lalu pusat data keempat yang berlokasi di Labuan Bajo Provinsi Nusa Tenggara Timur, karena pagelaran fiber optik untuk menghubungkan Indonesia bagian barat dan timur melalui wilayah selatan Indonesia.
"Yang keempat pusat data akan dibangun di Labuan Bajo karena memang pagelaran fiber optik kita di wilayah selatan untuk menghubungkan Indonesia bagian barat dan timur itu melalui wilayah selatan fiber optiknya. Yang dari Jakarta dari Jawa dihubungkan ke Bali, NTB, NTT, Maluku Tenggara dan disambung ke Timika Papua disana akan dibangun pusat data yang keempat," ujar dia.
Sementara itu, Johnny berharap pembangunan pusat data nasional dapat meningkatkan konsumsi data per kapita di Indonesia, serta dapat mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dengan cepat, dan memberikan dukungan pengambilan kebijakan berbasis data, sehingga bisa lebih cepat dan akurat.
"Kita harapkan konsumsi data per kapita di Indonesia akan semakin meningkat. Dengan pemerintah membangun pusat data akan memberikan dorongan kepada sektor privat juga segera membangun pusat data karena konsumsi data di Indonesia bertumbuh sangat cepat. Ini juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang sangat cepat, pembangunan pusat data di Batam itu dalam rangka memungkinkan tata kelola satu data Indonesia dan untuk memberikan dukungan pengambilan kebijakan berbasis data, sehingga bisa lebih cepat dan akurat," kata dia.
Pewarta : Jessica Allifia Jaya Hidayat
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
