
Realisasi BBM solar di Kepri capai 65 persen

Batam (ANTARA) - Pertamina Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mencatat realisasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar untuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah mencapai 65 persen dari kuota yang tersedia tahun 2022 sebanyak 117 ribu kiloliter (kl).
"Realisasi sampai akhir Juli 2022 realisasi solar di Kepri mencapai 75.692 kl dan tersisa 35 persen hingga akhir 2022," kata Section Head Communication Relation Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Agustiawan di Batam, Jumat.
Agus mengatakan realisasi tahun ini sedikit lebih rendah jika dibandingkan tahun 2021 yang mencapai 118 ribu kl yaitu selisihnya mencapai seribu kl.
Bahkan hingga saat ini ia mengaku penyaluran sampai akhir Juli 2022 telah melebihi 11 persen dari yang diperkirakan.
Dengan begitu pihaknya melakukan upaya pengaturan ulang untuk pola pendistribusian BBM solar agar mencukupi hingga akhir tahun 2022.
"Saat ini realisasinya sudah over 11 persen. Kalau pola distribusi seperti ini kita pertahankan maka kuota Biosolar untuk Kepri hanya bisa bertahan sampai 24 November 2022. Untuk itu sisa 41 ribu kl ini kemudian kita atur ulang kembali penyaluran-nya supaya bisa sampai akhir tahun," ujar Agus.
Untuk Kepri terdapat empat depot BBM, diantaranya di Kabupaten Natuna, Kabupaten Bintan yaitu di wilayah Kijang dan Tanjung Uban, serta Kota Batam di kawasan Kabil Nongsa.
"Pendaftaran ini dilakukan agar bisa membeli bahan bakar bersubsidi setelah nantinya aturan baru penggunaan QR Code diterapkan," kata Agustiawan.
Adapun dokumen yang diperlukan saat pendaftaran Program Subsidi Tepat yakni foto KTP, foto diri, foto STNK (tampak depan dan belakang), foto kendaraan tampak keseluruhan, foto kendaraan tampak depan nomor polisi dan untuk konsumen layanan umum atau non-kendaraan juga menyiapkan foto surat rekomendasi dan Foto KIR.
Pewarta : Jessica Allifia Jaya Hidayat
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
