
Batam Siaga Demam Berdarah

Batam (ANTARA News) - Hujan yang terus mengguyur Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau dalam beberapa hari terakhir ini dinilai rentan menimbulkan penyakit di tengah masyarakat seperti demam berdarah.
"Sudah 38 kasus positif demam berdarah kita temukan dalam dua bulan terakhir," kata Samsul Bahrum, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Senin, di Kantor Wali Kota Batam.
Kasus tersebut, kata Samsul, ditemukan di kawasan padat penduduk di Kota Batam seperti Kecamatan Batuaji, Nongsa dan Bengkong.
Dia menyebut dalam temuan kasus ini tidak ada ditemukan warga yang terjangkit demam berdarah hingga meninggal dunia.
Untuk mengantisipasi meluasnya penyakit demam berdarah ini, Samsul mengatakan pihaknya
telah menerjunkan 55 orang Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk melakukan pemantauan di daerah yang telah terjangkit demam berdarah.
Selain itu, dia juga mengatakan Dinas Kesehatan Kota Batam telah melakukan pengasapan (fogging) secara intensif di daerah yang terkena demam berdarah maupun daerah yang dikategorikan rawan terjangkit.
Dinas Kesehatan, kata Samsul, saat ini tengah menyusun program penyuluhan dan mengajak
seluruh camat di Batam membuat surat edaran ke masyarakat untuk mengantispasi
meluasnya penyakit demam berdarah.
Dia menghimbau kepada seluruh masyarakat agar memperhatikan menjaga lingkungan dan
membiasakan hidup bersih.
"Prinsip 3M plus yakni Menguras tempat penampungan air, Menutup penampungan air,
Mengubur barang bekas plus menghindari gigitan nyamuk harus terus dilakukan," kata Samsul.
(Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
