
Dua Kapal Terbakar di Perairan Karimun

Karimun (ANTARA News) - Dua kapal masing-masing Tugboat Pentury 22 dan KM Peni 2, , dalam waktu hampir bersamaan terbakar di perairan Karimun, tidak jauh dari Pangkalan Satuan Polisi Air Polres Karimun, Kecamatan Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Kamis 29 Juli 2010
"Kedua kapal itu sedang lego jangkar dengan posisi sangat berdekatan, api cepat membesar karena selain kedua kapal terbuat dari kayu, salah satu kapal dari kapal tersebut pengangkut minyak," kata Kasat Pol Air Polres Karimun AKP Gompar Hasibuan.
Hasibuan menjelaskan, berdasarkan keterangan sementara yang berhasil dihimpunnya api berasal ledakan kompor yang ada di tugboat Penturi 22, kompor itu sebelum kejadian digunakan oleh ABK kapal untuk memasak.
"Informasi itu masih perlu kami dalami. Kami masih melakukan penyelidikan," jelasnya.
Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, awalnya tugboat Pentury 22 sedang lego jangkar di perairan itu, kemudian KM Peni 2 usai membongkar muatan solar ke pangkalan minyak Karimun Sukses, mengambil posisi lego jangkar yang berdekatan dengan tugboat itu.
Tiba-tiba muncul percikan api dari tugboat, api cepat membesar karena saat itu angin bertiup cukup kencang dan melalap KM Peni 2.
Masyarakat sekitar kejadian sempat resah dan ketakutan, saat melihat kobaran api yang begitu besar serta gumpalan asap hitam membubung tinggi.
Bahkan diantara mereka yang berusaha untuk mengeluarkan barang miliknya dari dalam rumah.
"Saya kira yang terbakar itu pangkalan minyak Karimun Sukses," ucap Sam, warga.
Sebagian lagi dengan sigap berusaha menarik kedua kapal yang sedang lego jangkar itu ke tengah laut , untuk menghindari agar api tidak sampai membakar pelabuhan kayu dan rumah milik penduduk sekitar.
Tidak lama berselang kedua kapal berhasil ditarik ke laut dan dibiarkan terbakar sampai habis, sehingga wilayah yang memiliki penduduk cukup padat itu terhindar dari bencana kebakaran yang lebih buruk. (Z003/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
