Logo Header Antaranews Kepri

Polisi Batam Tangkap Pengancam Bom

Kamis, 5 Agustus 2010 16:38 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Kepolisian Resor Kota Batam Rempang Galang, Kamis 5 Agustus 2010 siang, menangkap pemuda yang mengancam akan meledakkan bom di pusat perbelanjaan Diamond City Mall, Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Petugas Polres Kota Batam Rempang Galang (Polresta Barelang), sekitar pukul 12.00 WIB, menangkap pemuda berinisial JS (21) dan menjinakkan bom yang dibawa JS dengan bantuan tim Gegana Polda Kepri.

JS kemudian langsung diamankan ke Mapolresta Barelang, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut atas tindakannya yang sempat membuat panik para pengunjung pusat perbelanjaan itu.

Beberapa saat sebelumnya, JS, pemuda asal Medan, Sumatra Utara, mengancam akan meledakkan pusat bila pengelola pusat perbelanjaan itu tidak memberi uang Rp100 juta.

JS pada awalnya mendatangi kantor pengelola sekitar pukul 11.30 WIB, kemudian mengancam akan meledakkan bom di dalam sebuah tas berwarna hitam yang dibawa dan ditaruhnya di lantai 1.

Tas itu langsung diambil petugas keamanan gedung dan dibawa ke lantai dasar sambil meringkus JS.

Kepada petugas keamanan, JS mengaku disuruh seseorang untuk meminta uang kepada pengelola pusat perbelanjaan.

Petugas Gegana Polda Kepulauan Riau yang datang ke tempat itu menjinakkan bom yang berbentuk rangkaian kabel dan baterai berjumlah tiga buah.

Sebelum penjinakan barang itu, petugas dari Polresta Barelang melakukan sterilisasi dengan mengeluarkan seluruh pengunjung, pedagang, dan karyawan pusat perbelanjaan tersebut

Sempat terjadi kepanikan pengunjung yang tiba-tiba mengetahui ada ancaman bom.

Wajah-wajah panik terlihat dari pengunjung yang didominasi ibu-ibu dan sebagian sedang membawa anak.

Penjinakan bom yang dilakukan oleh petugas Gegana memakan waktu sekitar dua jam dan baru sekitar pukul 14.00 WIB bom tersebut diledakkan di pelataran parkir pusat perbelanjaan itu.

Barang yang diledakkan meletup kecil.

Kapolresta Barelang Komisaris Besar (Pol) Eka Yudha Satriawan, sementara ini menyatakana JS tidak berjaringan dengan kelompok teroris.

Eka Yudha menambahkan tetap akan melakukan penyelidikan intensif terhadap tersangka JS.

"Kami tetap berskiap antisipatif terhadap berbagai ancaman maupun gangguan keamanan di Batam," kata Eka di lokasi kejadian. (SW/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026