
Mulia Batindo Sangkal Sebabkan Banjir Permata Hijau

Karimun (ANTARA News) - PT Mulia Batindo menyangkal pembangunan perumahan Balai City & Garden di Kapling, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau menjadi penyebab banjir di perumahan warga sekitar.
''Kami menyangkal perumahan yang tengah kami bangun mengakibatkan banjir di perumahan Permata Hijau, Rabu (4/8),'' kata Manajer Operasional PT Mulia Batindo, Filsafat Pang, di Tanjung Balai Karimun, Jumat 6 Agustus 2010.
Filasafat mengatakan, letak perumahan Permata Hijau berada di lahan yang lebih tinggi sehingga tidak mungkin aliran air berasal dari Balai City.
''Kondisi lahan Balai City yang berbatasan dengan Permata Hijau lebih rendah, tidak mungkin air mengalir ke daerah lebih tinggi,'' ucapnya.
Terkait banjir di Permata Hijau pada Rabu pekan ini, dia justru mempertanyakan sistem drainase di perumahan tersebut yang kecil sehingga tidak mengalir lancar ke drainase umum di pinggir jalan.
''Lagi pula, pada lahan yang kami bangun terdapat danau yang menjadi bendungan yang menjadi daerah resapan air dari Permata Hijau. Kami justru membuka saluran dari Permata Hijau menuju danau agar tidak terendam saat hujan,'' katanya.
Menyikapi permintaan warga agar pembangunan perumahan itu ditunda, Filsafat mengatakan tidak dapat mengabulkannya karena prosedur perizinnya sudah memenuhi kententuan, termasuk izin gangguan atau HO dan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).
''Perizinannya kami pasang di gerbang perumahan,'' katanya.
Menurut dia, banjir yang menggenangi perumahan warga Rabu lalu lebih dikarenakan curah hujan yang tinggi sejak pagi hingga tengah hari.
''Drainase kami rancang cukup baik dan memperhatikan dampak lingkungan. Bahkan, kami juga akan mencoba mengatasi aliran air membanjiri perumahan warga di bagian utara, karena di kawasan itu terdapat puluhan rumah warga,'' tuturnya.
Sebelumnya, sejumlah warga perumahan Permata Hijau menuntut agar pembangunan perumahan Balai City & Garden ditunda karena kawasan itu merupakan lahan hijau tempat menyerap air hujan.
''Sejak 1978, Permata Hijau tidak pernah terendam air separah pada Rabu lalu. Ada dua rumah yang terendam dan 40 meter ruas jalan juga tergenang air,'' kata Edi Anwar, warga.
Zulkarnain, juga warga, meminta pihak pengembang berttanggung jawab dan memperbaiki saluran air hingga mengalir lancar ke laut.
Junaidi dan Hendriko, dua warga di kawasan itu menegaskan izin HO perumahan Balai City & Garden harus ditinjau ulang.
Hujan deras, Rabu mengakibatkan ratusan rumah di sejumlah pemukiman penduduk di Pulau Karimun Besar terendam air, antara lain perumahan Permata Hijau yang berbatasan dengan perumahan Balai City & Garden yang saat dalam tahap pembangunan. (Rds/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
