
Gubernur Kepri Diharapkan Segera Tunjukkan Kinerja

Tanjungpinang (ANTARA News) - Gubernur/Wakil Gubernur Kepulauan Riau,HM Sani-Soerya Respationo, diharapkan segera menunjukkan kinerjauntuk kepentingan masyarakat dengan memprioritaskan program-programyang mampu menunjang perekonomian masyarakat.
"Kami sangatoptimistis pada gubernur/wakil gubernur yang baru danberharap mereka bisa segera menunjukkan kinerja (unjuk pencapaian, prestasi-red) yang langsungmenyentuh masyarakat," kata Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial danPolitik Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Zamzami A Karim diTanjungpinang, Sabtu, 28 Agustus 2010.
Zamzami mengakuisehari setelah dilantik, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Sani,langsung mengumpulkan Bupati/Wali Kota se-Kepri untuk penyamaanpersepsi dalam pembangunan dan mengadakan pertemuan dengan PLN untukmengatasi krisis listrik yang terjadi di Kepri.
"Memang langkah pertama usai dilantik cukup bagus, namun gebrakanyang lebiht dibutuhkan saat ini adalah prioritasi penyediaan air bersih dan masalah kemiskinan," katanya.
Sebagai wargamasyarakat Zamzami ptimistis kepadaSani-Soerya yang baru dilantik 19 Agustus 2010 dapat segera unjukkinerja bersama dengan tim-tim pembangunan yang nantinya akandibentuk.
"Jika tidak bisa unjuk kinerja bagi kepentingan masyarakat tentu akan kami koreksi," katanya.
Saatini menurut dia, Sani-Soerya masih mendapatkan kepercayaan dan dukungandari masyarakat maupun partai selain partai pendukung pada saatpemilihan, sehingga diharapkan mampu untuk mengambilkebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Dia juga berharap, Sani-Soerya tidakmerekrut anggota tim ekonomi atau tim pembangunan atas dasar politik balas jasa, melainkan karena benar-benar maumembangun.
"Jangan karena mau membalas jasa politik apalagihanya numpang nama, tapi carilah orang-orang yang betul-betul kompeten dan mampu untuk menjalankan pembangunan,"harapnya. (HM/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
