
Ekspor Kepri Naik 11,77 Persen

Tanjungpinang (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, nilai ekspor migas dan nonmigas dari wilayah tersebut pada Juni 2010 mencapai 1.073,96 juta dolar AS, naik sebesar 11,77 persen dibanding ekspor Mei 2010.
Nilai ekspor pada Juni 2010 juga mengalami sebesar 89,77 persen bila dibanding dengan ekspor Juni 2009, kataKepala Bidang Distribusi Badan Pusat Statistik Kepri (BPS Kepri), Mengamputua Gultom, Kamis 2 September 2010.
"Ekspor dari Kepri pada Juni 2010 mengalami kenaikan sebesar 11,77 persen dibanding Mei 2010, yaitu dari 960,88 juta dolar menjadi 1.073,96 juta dolar," ujar Gultom di Tanjungpinang, Ibu kota Kepri.
Kenaikan nilai ekspor Juni 2010 disebabkan peningkatan ekspor komoditas nonmigas sebesar 54,48 persen atau naik sebesar 288,63 juta dolar. Sementara komoditas migas justru mengalami penurunan sebesar 40,73 persen atau turun 175,56 juta dolar.
Nilai ekspor dari Kepri terbesar pada Juni 2010 melalui Pelabuhan Batu Ampar Batam yaitu 406,68 juta dolar, disusul Pelabuhan Udang Natuna 255,49 juta dolar, Pelabuhan Sekupang Batam 228,70 juta dolar, dan Pelabuhan Kabil atau Panau Batam 96,51 juta dolar.
"Kontribusi ekspor yang melalui empat pelabuhan tersebut mencapai 91,94 persen," ujarnya.
Gultom mengemukakan, ekspor migas Juni 2010 mencapai 255.49 juta dolar atau turun 40,73 persen dibanding Mei 2010. Sementara ekspor nonmigas Juni 2010 mencapai 818,47 juta dolar atau naik 54,48 persen dibanding Mei 2010.
Ekspor nonmigas terbesar Juni 2010 adalah golongan barang mesin atau peralatan listrik sebesar 226,65 juta dolar, peranannya terhadap ekspor nonmigas sebesar 27,69 persen.
Selanjutnya ekspor terbesar berikutnya golongan kapal laut sebesar 201,44 juta dolar dan golongan mesin-mesin atau pesawat mekanik sebesar 128,63 juta dolar..
Ekspor ke Singapura pada bulan Juni 2010 mencapai nilai terbesar yaitu 515,67 juta dolar , dengan kontribusinya mencapai 48,02 persen, diikuti ekspor ke Thailand sebesar 152,14 juta dolar. (NP/A027/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
