Logo Header Antaranews Kepri

Pemudik Bersepeda Motor Padati Barat Selatan Aceh

Sabtu, 4 September 2010 11:59 WIB
Image Print

Tapaktuan, Aceh (ANTARA News) - Pemudik dengan menggunakan sepeda motor, Sabtu 4 September 2010 mulai memadati lintas barat selatan Nanggroe Aceh Darussalam pada H-6 Idul Fitri 1431 Hijriah.

Pantauan Kota Meulaboh Kabupaten Aceh Barat, Blangpidie Aceh Barat Daya dan Tapaktuan Aceh Selatan, mayoritas pemudik dari Banda Aceh dan beberapa daerah di pantai utara dan timur Aceh dengan menggunakan sepeda motor.

Iring-iringan sepeda motor tampak di pegunungan trans Kabupaten Nagan Raya didominasi dari arah Meulaboh menuju Blangpidie, Tapaktuan dan Kota Subulussalam.

Salah seorang pemudik Arman (23) yang ditemui di salah satu SPBU di Kota Blangpidie mengatakan, ia bersama delapan rekannya dengan menggunakan empat sepeda motor berangkat dari Banda Aceh menuju Kota Subulussalam.

"Kami berangkat dari Banda Aceh pada Jumat (3/4) dan beristirahat semalam di Meulaboh," kata mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Banda Aceh itu.

Arman dan rekannya mengaku pada mudik lebaran tahun ini terpaksa melewati jalur Banda Aceh-Calang-Meulaboh karena jalur tengah, Banda Aceh-Geumpang Kabupaten Pidie-Tutut Aceh Barat dinilai rawan kecelakaan dan perampokan.

Pada tahun lalu ia dan rekan-rekannya mengaku mudik melalui jalur Geumpang-utut, namun karena adanya peristiwa perampokan pada pertengahan bulan Agustus lalu di lintasan itu, mereka memilih melewati lintas Calang Kabupaten Aceh Jaya.

"Meski harus menyebarangi sungai dengan rakit serta jalan masih berkerikil dan berdebu terpaksa kami melewati jalur ini agar lebih tenang," katanya.

Di Kota Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, suasana arus mudik juga sudah mulai terjadi, aparat Polres Aceh Selatan juga telah mendirikan lima pos pengamanan taktis (poskotis).

Lima poskotis itu terdapat di Kecamatan Labuhan Haji, Air Dingin Kecamatan Samadua, Pos Gardu dan simpang terminal Kecamatan Tapaktuan dan pengunungan Alur Kering, kecamatan Pasie Raja.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Bambang Syafrianto mengatakan untuk mengamankan arus mudik pihaknya mengerahkan 300 personil polisi ditambah satu peleton pasukan TNI.

"Selain di poskotis, kami juga menempatkan personil di titik yang dinilai rawan kecelakaan, kemacetan dan kriminal," kata Bambang Syafrianto.

Ia juga mengimbau pemudik untuk meningkatkan kewaspadaan dan memanfaatkan pos-pos polisi untuk beristirahat apabila kelelahan selama perjalanan. (IRW/B013/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026