Logo Header Antaranews Kepri

Nada Soraya: ISCG Bisa Hemat APBN Triliunan Rupiah

Jumat, 17 September 2010 23:49 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Penerapan Pengawal Laut dan Pantai Indonesia bisa menghemat hingga triliunan rupiah dari alokasi APBN untuk patroli laut beberapa institusi.

"Kalau ISCG diterapkan, maka bisa menghemat triliunan rupiah," kata Ketua Yayasan Pendidikan Maritim Indonesia Nada Faza Soraya di Batam, Jumat 17 september 2010.

Pengawal Laut dan Pantai Indonesia (Indonesian Sea Coast and Guard/ISCG), merupakan patroli laut bersama yang dilakukan aparat bea cukai, imigrasi, karantina, pelabuhan, polisi air dan TNI AL.

Dengan ISCG, seluruh instansi yang terkait dengan pengamanan di laut tergabung dalam satu kapal dan berpatroli bersama, sehingga bisa menghemat banyak uang negara.

"Jadi, tidak perlu semua institusi patroli. Cukup satu kapal patroli bersama-sama," kata dia.

Saat ini, setiap instansi berpatroli masing-masing, sehingga boros anggaran, kata dia. Padahal, dana untuk patroli tidak sedikit.

"Mubazir. Untuk pengadaan kapal saja, bisa menghemat Rp1,2 triliun," kata dia.

Selain menghemat, maritim internasional mengakui keberadaan ISCG.

Sebenarnya, kata dia, pemerintah sudah menetapkan pembentukan ISCG yang merupakan amanat dari UU No 17/2008 tentang Pelayaran. Namun, kata Nada, itu tidak cukup.

"ISCG dimasukkan dalam UU sektoral, padahal seharusnya lintas sektoral karena menyangkut banyak instansi," kata dia.

ISCG dalam koordinasi Menteri Perhubungan, padahal seharusnya, kata dia, ISCG langsung berada di bawah Presiden.

"ISCG harus langsung di bawah Presiden," kata dia.

Ia mengatakan ISCG harus segera dibentuk untuk menjaga perairan RI dari berbagai bentuk ancaman, termasuk untuk menghindari terulangnya penahanan aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan yang sedang berpatroli oleh aparat Malaysia. (Y011/KWR/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026