Logo Header Antaranews Kepri

Wagub Marlin Agustina: Keluarga berperan penting dalam edukasi soal HIV/AIDS

Kamis, 1 Desember 2022 18:20 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Kepulauan Riau Marlin Agustina saat menghadiri peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia di Kota Batam, Kamis (1/12/2022). (ANTARA/Jessica)

Batam (ANTARA) - Wakil Gubernur Kepulauan Riau Marlin Agustina menyebutkan keluarga berperan penting dalam mengedukasi persoalan terkait dengan HIV dan AIDS.

"Pada dasarnya kembali lagi pada pentingnya peran keluarga untuk dapat mengedukasi anak-anak, kerabat, dan saudaranya tentang HIV ini. Peran seorang ibu sangat penting dalam hal ini," kata dia dalam peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia di daerah itu di Batam, Kamis.

Ia menambahkan dengan meningkatkan kerja sama dan koordinasi bersama pemangku kebijakan di daerah hal itu dapat menekan angka kasus HIV/AIDS di Kepri, terutama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Orang yang tertular juga sangat perlu dukungan kita, agar mereka tetap bersemangat menjalankan hidup," kata dia.

Marlin menjelaskan dalam mencegah HIV/AIDS juga diperlukan kesadaran diri masing-masing, terutama pada anak usia dini dan remaja.

"Pergaulan bebas itu terbuka untuk siapa saja. Jadi pendampingan keluarga itu sangat penting. Bagaimana generasi berikutnya bisa hebat kalau tidak dari sekarang disiapkan," kata dia.

Ia juga menyebutkan pentingnya edukasi terkait dengan HIV/AIDS untuk kalangan pelajar SMA.

"Karena bagaimanapun anak SMA masih pemula dan labil, jadi penting sekali untuk sosialisasi kepada mereka," tambah dia.

Menurut dia, edukasi kepada calon pengantin menjelang pernikahan juga diperlukan terkait dengan pencegahan HIV/AIDS.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Batam, Kepulauan Riau mencatat 8.838 orang positif HIV/AIDS sejak 1992 hingga 2022.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Batam Melda Sari, mengatakan kasus HIV di daerah setempat banyak menjangkit pada usia produktif, yaitu 25 hingga 49 tahun, yang mayoritas jenis kelamin laki-laki.

Secara rinci, ia menyampaikan dari 8.838 orang yang positif HIV, 3.108 orang positif aleksis, 1.068 orang meninggal dunia, 3.067 orang mengetahui status HIV tetapi belum melakukan pengobatan, 2.945 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dengan pengobatan, 50 orang berhenti pengobatan, dan 632 orang hilang kontak.

"HIV/AIDS ini proporsi laki-laki lebih banyak dibanding perempuan. Dan paling banyak usia produktif, umur 25 sampai 49 tahun," kata Melda.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026