
Empat Nelayan Karimun Ditahan di Johor

Karimun (ANTARA News) - Empat orang nelayan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, ditahan di Johor setelah ditangkap aparat perairan Malaysia, Selasa.
Keempat nelayan kapal adalah Aan, Alie, Pelo dan Ahte, masih ditahan dan diperiksa di Johor atas persangkaan memasuki perairan Malaysia, kata Komandan Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Karimun, Letkol (P) Fauzi, Rabu 6 Oktoiber 2010.
Melalui Perwira Seksi Intelijen, Kapten (P) Joko Santoso, Fauzi minta dinas terkait menyosialisasikan batas perairan negara sehingga peristiwa seperti itu tidak terulang.
Ketika ditangkap aparat negeri jiran, mereka sedang mencari ikan dengan kapal berbobot 4 gros tonage asal Sungai Pasir, Kecamatan Meral, Karimun.
Aan, Alie, Pelo dan Ahte berangkat dengan lima kapal lain dari Sungai Pasir.
Berdasarkan koordinat dari "global positioning system" KM Sunjaya yang membantu menarik kapal Aan kembali ke Sungai Pasir, posisi awal disekitar 1 mil di perairan Malaysia, kemudian koordinat kedua yang menjadi tempat kejadian perkara sekitar 5 mil di perairan Malaysia, kata Joko.
Nakhoda KM Sunjaya, Suyanto, kepada penyidik di Lanal Tanjung Balai Karimun mengatakan semula yakin masih berada di perairan Indonesia sebab peta yang jadi pedoman tidak menjelaskan tentang batas wilayah Indonesia dan Malaysia.
"Setelah kami cocokkan koordinat di GPS dengan peta TNI AL, kami baru mengetahui telah berada di perairan Malaysia," katanya.
Aparat perairan Malaysia, Selasa (5/10 sekitar pukul 13.00 WIB mengejar dan berhasil menangkap satu dari enam kapal nelayan Sungai Pasir.
Setelah membawa empat awak kapal tersebut menuju Johor, aparat Malaysia meninggalkan kapal tersebut. (ANT-HAM/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
