
Kiper Argentina Emiliano Martinez semangati timnya yang jadi "underdog" di final Piala Dunia

Jakarta (ANTARA) - Kiper Argentina Emiliano Martinez mengatakan timnya menyambut gembira status "underdog" saat mereka bersiap menghadapi juara bertahan Prancis pada final Piala Dunia, Ahad.
Martinez mengatakan Argentina akan belajar dari pengalaman mereka saat menjuarai Copa America 2021, juga dengan pengalaman gemilang Lionel Messi, untuk laga final di Stadion Lusail. Argentina mengangkat trofi Piala Amerika setelah mengalahkan rival utamanya Brazil pada laga final di Stadion Maracana, Rio de Janeiro.
Martinez mengatakan kenangan atas kemenangan itu, dan kehadiran Messi, berarti Argentina akan menghadapi final pada Ahad melawan Les Blues tanpa rasa takut.
"Ketika kami menang di Brazil, favoritnya saat itu adalah Brazil," kata Martinez dikutip AFP, Sabtu. "Kami selalu senang mendengar lawan adalah favorit karena kami tidak merasa superior atau inferior terhadap mereka.
"Dan hal yang sama terjadi sekarang, orang-orang mengatakan favorit juara adalah Prancis. Tapi, kami memiliki pemain terhebat sepanjang masa."
Martinez mengatakan Messi, yang berharap untuk mengangkat trofi Piala Dunia setelah apa yang kemungkinan menjadi penampilan terakhirnya di turnamen empat tahunan itu, telah meningkatkan level permainannya sejak menginspirasi Argentina ke Copa America tahun lalu.
"Saya melihat Messi yang sangat hebat di Copa America, pemain yang luar biasa, salah satu yang terbaik," kata Martinez.
"Dan di Piala Dunia ini dia satu langkah lebih maju dibandingkan dari Copa America.
"Dia bermain lebih baik, secara fisik maupun dalam teknik sepak bola. Cukup sulit mengalahkan Messi di Copa America tapi dia melakukan itu.
"Ini memberi energi kepada seluruh tim. Dia sangat bersemangat, dia penuh kegembiraan dan itu sangat membantu kami."
Sementara itu, Juara bertahan Prancis bersikeras bahwa mereka tak gentar bermain di depan penonton yang sebagian besar mendukung tim rival Argentina pada laga final Piala Dunia, Ahad.
Argentina boleh jadi mendapat dukungan dari mayoritas para penonton netral ketika Lionel Messi mengincar gelar juara pertamanya pada Piala Dunia dan kemungkinan menjalani laga terakhirnya di turnamen pada usia 35 tahun.
Tim Amerika Selatan itu juga akan menyaksikan lebih banyak suporter di Stadion Lusail, di mana lebih dari 40.000 orang akan tiba di Doha untuk kesempatan itu, di saat fan Prancis berkisar 6.000 orang.
Sementara itu, Prancis ingin menjadi negara pertama dalam 60 tahun terakhir yang menjuarai Piala Dunia untuk kedua kali secara beruntun.
"Saya paham betul bahwa Argentina akan memiliki banyak fan yang mendukung mereka," kata pelatih Didier Deschamps, yang berharap menjadi pelatih pertama yang memenangi dua Piala Dunia secara beruntun sejak Vittorio Pozzo asal Italia pada 1930-an.
"Saya menunggu atmosfer pesta yang dibawa orang-orang Argentina yang sangat bersemangat dan akan mendukung tim mereka.
"Mereka senang bernyanyi dan sangat ekspresif. Itu bagus, lagi pula ini adalah final Piala Dunia, tapi lawan kami tidak berada di tribun," kata Deschamps dikutip AFP.
Prancis memiliki peluang untuk mempertahankan trofi Piala Dunia seperti yang dilakukan Brazil pada 1962. Les Blues dan Albiceleste sama-sama mengincar trofi ketiga mereka, yang mana kemenangan terakhir Argentina didapat pada 1986.
Kapten Prancis Hugo Lloris mengatakan timnya tidak akan terpaku kepada Messi, karena pelatih Argentina Lionel Scaloni telah membangun tim yang solid di sekeliling sang megabintang.
"Kami datang ke kompetisi ini untuk tampil sejauh mungkin. Banyak orang tidak yakin kepada kami tapi kami di sini kembali ke final lagi," kata Lloris, yang menyaksikan sejumlah pemain bintang Prancis absen di Qatar karena cedera.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Martinez kobarkan semangat Argentina, siap jadi "underdog" di final
Pewarta : Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
