
Nelayan Batam Keluhkan Kabut Asap

Batam (ANTARA News) - Nelayan di Batam, Provinsi Kepulauan mengeluh pedih mata dan berkurang jarak pandang akibat kabut asap menyelimuti perairan dalam beberapa hari ini.
"Jarak pandang kami ketika melaut mulai berkurang akibat kabut asap," kata Jamaluddin, nelayan asal pulau Ngenang, Kota Batam, Minggu 24 Oktober 2010.
Dia mengatakan jarak pandang nelayan saat melaut kini hanya 200 meter dari jarak pandang normal yang dapat mencapai 1 kilometer.
Gangguan kabut asap juga berimbas pada pedihnya mata saat melaut.
"Kabut asap tercampur angin laut yang mengandung garam mengakibatkan mata pedih," kata dia.
Dia mengaku gangguan kabut asap telah ia rasakan dalam empat hari terakhir.
Namun dia mengatakan gangguan kabut asap belum berpengaruh pada penghasilannya melaut.
Keluhan yang sama diungkapkan Saharuddin, nelayan asal Batu Besar Kota Batam.
Dia mengatakan kabut asap mulai mengganggu aktivitasnya sejak dua hari yang lalu.
"Kabut asap mulai muncul di daerah ini baru dua hari," kata dia.
Ketua Ikatan Kekeluargaan Nelayan Batam, Hermawan mengharapkan pemerintah segera bersikap untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan dari kabut asap ini.
"Pemerintah harus antisipatif terutama dampak bagi kesehatan masyarakat, khususnya nelayan," kata dia.
Dia mengkhawatirkan munculnya penyakit seperti pernafasan maupun mata akibat kabut asap ini.
Dia menyarankan pemerintah sesegera mungkin membagikan masker pengaman kepada masyarakat sebagai langkah perlindungan kesehatan bagi masyarakat, khususnya nelayan.
Di Batam kabut asap akibat kebakaran hutan, ladang dan lahan di daratan Sumatra mencemari udara sejak awal pekan, namun berangsur pupus setelah pada Minggu siang hingga sore hujan cukup deras. (ANT-142/A013/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
