Logo Header Antaranews Kepri

Warga Karimun Khawatir Keluarga di Padang

Senin, 25 Oktober 2010 23:12 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Gempa berkekuatan 7,2 SR yang dikabarkan mengguncang Padang, Sumatra Barat, Senin 25 Oktober 2010 malam membuat warga di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau khawatir akan nasib anggota keluarga di sana.

Mardanus, warga Tanjung Balai Karimun mengaku khawatir keselamatan istrinya, Yusdianti yang berangkat ke Padang via Batam, Senin sore dan tiba di Padang sekitar pukul 19.00 WIB atau waktu Isya.

Anggota Panwaslu Karimun itu mengkhawatirkan keselamatan istrinya karena kehilangan kontak saat dihubungi via telepon genggam.

''Saat dihubungi, HP istri saya tidak aktif. Padahal, setibanya di Bandara Tabing masih dapat dihubungi,'' katanya.

Dia mengaku mengetahui terjadi gempa di Padang saat mengakses situs kepri.antaranews.com yang melaporkan musibah tersebut terjadi pukul 21.42.20 WIB.

''Berulangkali saya telepon, tapi tetap tidak aktif. Bahkan, anak saya di rumah juga tidak berhasil menghubungi,'' tambahnya.

Yusniati, warga Bukit Tiung, Tanjung Balai Karimun mengungkapkan hal yang sama. ''Keluarga kami di Padang baru saja pulih dari gempa sebelumnya,'' katanya.

Dia juga mengaku gagal menghubungi sanak saudaranya karena tidak satu pun yang dapat dihubungi.

''Kami berdoa keluarga di sana selamat,'' ucapnya.

Badan Metrologi Klimatologi dan Geosifika (BMKG) melaporkan pusat gempa dilaporkan berada di 3.61 LS - 99.93 BT dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa berpusat di 78 km barat daya Pagai Selatan, Mentawai, Sumatra Barat. (ANT-028/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026