
Pemkot Batam Lestarikan Permainan Jong

Batam (ANTARA News) - Pemerintah Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, melestarikan permainan kapal Jong dalam Festival Jong dan Budaya, Sabtu.
"Jong adalah permainan khas Kepulauan Riau, dan festival ini diharapkan dapat melestarikan Jong," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan saat melepas peserta Festival Jong dan Budaya yang berparade di jalan utama Kota Batam.
Sebanyak 12 kecamatan di Batam dan perwakilan dari Kabupaten Lingga ikut serta dalam Festival Jong.
Jong, adalah permainan kapal layar warna-warni khas Kepulauan Riau. Berbeda dengan kapal layar lain, ukuran Jong relatif lebih kecil dari perahu layar lain dengan panjang sekitar satu hingga dua meter. Jong juga tidak dikendarai, melainkan didorong pemain menggunakan tongkat Jong.
Jong dimainkan di pantai. Peserta berlomba "melayarkan" Jong dengan bantuan ombak dan angin.
"Namun, kali ini, festival Jong tidak dengan adu cepat, melainkan adu indah. Jong yang paling bagus akan mendapatkan hadiah," kata Wali Kota tanpa menyebutkan hadiah yang diperebutkan.
Para peserta Jong berlomba menampilkan Jong terbaik dengan warna-warni Jong yang mencolok.
Selain Jong, peserta festival Jong juga menampilkan berbagai kesenian, seperti tari-tarian dan silat yang dibawakan warga kecamatan masing-masing, mengiringi pembawa Jong.
Pawai Budaya
Berbarengan dengan festival Jong, Pemerintah Kota Batam juga mengadakan parade budaya yang diikuti 19 paguyuban yang ada di Batam.
Wali Kota mengatakan Kota Batam ditinggali beragam suku dan etnis dari seluruh Indonesia. Meski begitu, kerukunan masyarakat tetap terjaga dengan baik.
Pawai budaya yang dimulai dari Hotel Amir, Harbour Bay hingga Nagoya Plaza itu diharapkan dapat mempererat hubungan antar etnis dan suku bangsa di Batam.
Peserta pawai budaya menampilkan kesenian khas daerah masing-masing seperti Leak dari Bali, bambu gila dari Maluku Utara, Reog dari Ponorogo dan barongsai dari etnis Tionghoa. (Y011/R010/Btm2)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
