Logo Header Antaranews Kepri

Tingkat Pengangguran di Kepri Agustus Menurun

Kamis, 2 Desember 2010 13:06 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Newsa) - Badan Pusat Statistik menyatakan, tingkat pengangguran di Provinsi Kepulauan Riau hingga Agustus 2010 mencapai 6,90 persen dari jumlah angkatan kerja atau turun dibanding periode yang sama dua tahun lalu yang mencapai 8,11 persen.

Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Kepri, M Taufik, di Tanjungpinang, Kamis, mengatakan, perubahan jumlah angkatan kerja dan jumlah pengangguran mengakibatkan tingkat pengangguran terbuka yang semula sebesar 8,11 persen pada Agustus 2008, turun menjadi 7,21 persen pada Februari 2010, kemudian kembali turun menjadi 6,90 persen pada Agustus 2010.

Jumlah penduduk yang bekerja, berubah dari 626.456 orang pada Agustus 9 menjadi 769.486 orang pada bulan Agustus 2010, atau meningkat sebanyak 143.030 orang (22,83 persen).

"Demikian pula dengan jumlah pengangguran, naik dari 55.313 orang (Agustus 2009) atau 50.729 orang (Februari 2010) menjadi 57.049 orang (Agustus 2010)," ungkapnya.

Ia mengatakan, berdasarkan struktur penduduk yang bekerja menurut kabupaten/kota, sebagian besar bekerja di Batam. Hal itu sesuai hasil survei Sensus Penduduk 2010, sekitar 56 persen jumlah penduduk Kepri penduduk Kepri yang mayoritas tinggal di Batam.

"Di samping itu, status Batam sebagai pusat industri di Kepri secara otomatis menjadi daya tarik bagi pekerja migran, baik dari dalam maupun dari luar Kepri," katanya.

Taufik mengungkapkan, sebanyak 105.435 orang dari 769.486 orang yang bekerja, ternyata memiliki jam kerja kurang dari 35 jam seminggu, sehingga mereka dikategorikan sebagai pekerja tidak penuh. Sementara sebanyak 39.310 orang (37,28 persen) tergolong sebagai setengah pengangguran, karena jam kerja tidak normal, dan masih mencari pekerjaan tambahan.

Sedangkan sebanyak 66.125 orang (62,72 persen) termasuk pekerja separuh waktu.

"Jumlah setengah pengangguran pada Agustus 2010 relatif tidak berubah secara signifikan jika dibandingkan dengan keadaan Agustus 2009. Namun, jumlah tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kondisi Februari 2010," ujarnya.

Taufik mengemukakan, komposisi penduduk yang bekerja menurut lapangan pekerjaan utama memperlihatkan pola yang relatif sama antara periode Agustus 2009 dan Agustus 2010.

Sektor industri masih tetap sebagai lapangan pekerjaan yang banyak menyerap tenaga kerja di Kepri yaitu sebanyak 32,9 persen.

Sektor lainnya yang dominan dalam penyerapan tenaga kerja adalah, perdagangan, rumah makan, dan jasa akomodasi (20,0 persen), jasa kemasyarakatan, sosial, dan perorangan (16,5 persen), dan pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan (12,8 persen).

Keempat lapangan pekerjaan tersebut selalu mendominasi antara periode Agustus 2009 ? Agustus 2010.

"Memasuki tahun 2010, struktur penduduk yang bekerja pada beberapa lapangan pekerjaan mengalami perubahan. Perubahan yang paling mencolok terjadi pada sektor industri, setelah sempat menurun secara drastis pada periode Agustus 2009 yang diduga sebagai dampak krisis global yang melanda perekonomian dunia," katanya.

Sektor industri mampu kembali bangkit dalam waktu singkat dengan meningkatnya produktivitas dan terserapnya sejumlah besar tenaga kerja pada sektor tersebut pada tahun 2010.

Jumlah penduduk yang bekerja di sektor industri meningkat pada periode Februari 2010 dari 25,2 persen menjadi 31,9 persen. Kemudian di bulan Agustus 2010 tren peningkatan tersebut tetap berlanjut hingga persentase penduduk bekerja di sektor industri mencapai 32,9 persen.

Selain industri, kata dia, sejumlah lapangan usaha juga meningkat dalam penyerapan tenaga kerja meningkat tinggi maupun relatif di antaranya adalah pertambangan dan penggalian, konstruksi, perdagangan, rumah makan, dan jasa akomodasi, serta angkutan, pergudangan, dan komunikasi.

"Peningkatan penyerapan tenaga kerja pada sejumlah lapangan usaha tersebut diduga berkontribusi atas menurunnya tingkat pengangguran terbuka di Kepulauan Riau pada periode Agustus 2010," ungkapnya.

Menurutnya, perubahan status penduduk dari pengangguran menjadi bekerja, dari lapangan pekerjaan yang satu ke lapangan pekerjaan lainnya, atau dari bukan angkatan kerja menjadi angkatan kerja, mengakibatkan berubahnya struktur penduduk yang bekerja menurut status pekerjaannya.

Persentase penduduk yang bekerja sebagai pekerja tetap dominan di Kepri.

Pekerja dengan status buruh meningkat dari 407.592 orang pada Februari 2010 menjadi 475.718 orang pada periode Agustus 2010. Namun, persentase pekerja sebagai pekerja sedikit mengalami penurunan dari 62,4 persen menjadi 61,8 persen.

Sesuai dengan konsep ketenagakerjaan makro, pekerja dengan status buruh/karyawan/pegawai menggambarkan tenaga kerja sektor formal, di samping pekerja dengan status berusaha dibantu buruh tetap.

"Dengan persentase yang dominan pada status tersebut, dapat dikatakan bahwa perekonomian di Kepri telah didominasi oleh sektor formal sebesar 64,8 persen, meskipun secara spasial lebih terkonsentrasi pada daerah tertentu yang memang berpenduduk banyak," katanya. (ANT-NP//A041/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026