
BKD Kepri Serahkan Permasalahan CPNS Kepada UI

Tanjungpinang (ANTARA News) - Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kepulauan Riau menyerahkan permasalahan penerimaan calon pegawai negeri sipil kepada tim penilai dari Universitas Indonesia.
Badan Kepegawaian Daerah Kepulauan Riau (BKD Kepri) akan mempertanyakan kesalahan yang ditemukan pada penerimaan CPNS di wilayah tersebut kepada tim UI selaku penlai, kata Kasubag Perencanaan Pegawai Isra Dirgantara, Minggu.
Dia menyatakan, nama peserta yang dinyatakan lulus CPNS Kepri berdasarkan rekomendasi tim penilai dari UI. Karena itu, panitia penerimaan CPNS Kepri akan mempertanyakan hasil CPNS Kepri yang diumumkan dua hari lalu, yang mulai menimbulkan polemik kepada tim penilai.
"Seluruh lembaran jawaban peserta CPNS Kepri diperiksa UI," katanya.
Isra tidak mau mengomentari saat wartawan menanyakan apakah rekomendasi tim penilai dapat berubah sebelum diumumkan di media massa. Ia juga menolak mengomentari perubahan pada 12 formasi yang diketahui publik setelah hasil CPNS Kepri diumumkan kepada publik.
"Bukan wewenang saya menjawabnya. Silakan tanyakan permasalahan itu kepada pejabat yang berwenang," ungkapnya.
Padahal beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Kepri menyatakan Isra terlibat langsung dalam teknis penerimaan CPNS Kepri. Namun ia membantahnya.
"Tentu saja yang lebih tahu bos saya," ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris Komisi II DPRD Kepri Rudy Chua, mengatakan, pemerintah selalu mengklaim ujian CPNS Kepri dilaksanakan secara transparan, karena penilaian dilakukan UI sebagai tim independen.
Jika ada permasalahan muncul, pemerintah dapat lepas tangan karena mengklaim kelulusan peserta tergantung hasil pemeriksaan tim independen.
"Apakah benar ini kesalahan tim penilai, atau mungkin hanya alasan yang diberikan panitia untuk menyelamatkan diri?" katanya.
Menurut Rudy, kini peserta tes CPNS Kepri maupun sebagian anggota DPRD Kepri meragukan tim penilai itu berasal dari UI, karena itu pihak UI harus menjelaskannya kepada publik.
Permasalahan CPNS Kepri, sambungnya, dapat merusak nama besar UI di tengah masyarakat.
Kredibilitas UI, lanjut Rudy, dapat diragukan, karena masih terdapat kesalahan dalam proses penerimaan CPNS Kepri 2010. Namun UI memiliki kesempatan memperbaiki nama baiknya, jika bersedia mengklarifikasi permasalahan tersebut.
"Secara pribadi, saya menantang UI untuk menjelaskan permasalahan ini," katanya.
Berdasarkan penelusuran ANTARA, terdapat tiga jenis dugaan kecurangan dalam penerimaan CPNS di Pemprov Kepri yang diumumkan kelulusannya pada Jumat (24/12).
Pertama, nama Ummi Pratiwi yang diketahui lahir di Tanjungpinang 21 September 1979 dinyatakan lulus di Pemprov Kepri dan Kota Tanjungpinang untuk formasi dokter gigi. Padahal waktu pelaksanaan ujian bersamaan pada Sabtu (11/12), pukul 08.30 WIB sampai 10.30 WIB.
Kedua, Syarifah Syarifani Aulia dinyatakan lulus di Pemkot Tanjungpinang, padahal dia ujian di Pemprov Kepri.
Ketiga, terdapat 12 formasi jabatan di Pemprov Kepri yang melebihi kuota saat pengumuman penerimaan dengan jumlah yang dinyatakan lulus untuk jadi CPNS. Seperti, untuk formasi dokter umum penerimaan untuk 6 orang, sedangkan yang dinyatakan lulus 8 orang.
Formasi perawat untuk lulusan S1 penerimaan 4 orang, yang dinyatakan lulus sebanyak 5 orang. Formasi perawat untuk lulusan D-III kebutuhan sebanyak 29 orang, namun yang dinyatakan lulus sebanyak 32 orang. (ANT-NP/A013/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
