
Dingkis Bertelur Ramai Pemesan Jelang Imlek

Batam, 18/1 (ANTARA) - Ikan dingkis bertelur mulai ramai dipesan konsumen di Kota Batam, Kepulauan Riau yang meyakini akan memperoleh keberuntungan pada tahun mendatang bila menyantapnya bersama anggota keluarga pada malam Imlek 2562.
"Hari ini stok sedikit, hanya belasan kilogram dan sudah habis dikirim kepada pemesan," kata Aheng, pedagang ikan dingkis di Blok B-17 Pasar Mitra Raya, Jumat.
Joni, pedagang ikan di lapak 68 pada pasar tersebut, juga telah mengirim sekitar 10 kg ikan dingkis bertelur dengan harga Rp85 ribu/kg untuk pelanggan dari pusat jajanan kuliner.
Aheng dan Joni memperkirakan, pasokan ikan dingkis dari perairan Batam, Rempang dan Galang akan melimpah dalam beberapa hari ini sehingga kebutuhan pembeli pun terpenuhi di pasar mulai awal pekan depan.
Joni dan Aheng memprakirakan di musim ramai pembeli, Senin (31/1) harga ikan dingkis bertelur menjadi Rp200 ribu/kg dan pada dua dan satu hari menjelang Imlek 2562 bisa mencapai Rp350 ribu-Rp400 ribu/kg.
"Walaupun mahal, berdasarkan pengalaman, pembeli akan tetap ramai," kata Aheng.
Ikan dingkis di perairan Kepulauan Riau bertelur hanya pada menjelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh.
Orang Tionghoa yang masih memegang tradisi menganggapnya sebagai hidangan penting bila menyantapnya pada saat berkumpul di rumah orang tua atau dengan kerabat dekat di rumah makan sambil melepas rindu dan berdoa bersama untuk memperoleh "heng" (keberuntungan) di tahun yang baru.
Selain ikan dingkis bertelur, masakan dari bahan utama sirip hiu menjadi menu favorit.
Aheng kini menjual sirip ikan hiu antara Rp210 ribu-Rp280 ribu/kg, tergantung besarnya.
Di Pasar Mitra Raya, omzet pedagang daging babi juga naik, tetapi tidak setinggi pedagang ikan laut.
"Sekarang sudah naik dan sampai tahun baru kenaikan paling-paling 20 persen. Orang sekarang banyak mengurangi makan daging babi sebab khawatir terkena darah tinggi," kata Ationg, pedagang daging babi di Blok A/16 Pasar Mitra Raya.
Ationg menjual daging babi asal Medan dan Pekanbaru dengan harga Rp45 ribu/kg untuk bagian paha, Rp35 ribu/kg untuk Rp35 ribu/kg untuk kuping dan bagian kepala, dan Rp60 ribu untuk "samcan" (daging dan minyak). (A013/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
