Logo Header Antaranews Kepri

Inflasi Batam Terendah se-Sumatra

Selasa, 1 Februari 2011 17:12 WIB
Image Print
Kepala BPS Kepri Said Syafri. (kepri.antaranews.com/Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA News) - Inflasi di Batam dan Palembang pada Januari 2011 sebesar 0,82 persen, terendah dibanding kota lainnya di Sumatra, kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau Said Syafri, Selasa.

"Sebanyak 16 kota di Sumatra yang menyusun indeks harga konsumen mengalami inflasi pada Januari 2011. Inflasi tertinggi terjadi di Padang sebesar 3,70 persen," kata Said di Tanjungpinang, Ibu Kota Kepulauan Riau.

Ia mengatakan, inflasi di Banda Aceh pada Januari 2011 sebesar 1,74 persen, Lhokseumawe 1,79 persen, Sibolga 2,66 persen, Pematang Siantar 2,42 persen, Medan 1,86 persen, Padang Sidempuan 2,40 persen, Pekanbaru dan Dumai 2,01 persen, Jambi 1,82 persen, Pangkal Pinang 2,42 persen 0,82 persen, Bengkulu 1,68 persen, Bandar Lampung 0,83 persen dan Tanjungpinang 1,54 persen.

"Harga barang kebutuhan masyarakat di Batam tidak terlalu naik," ungkapnya.

Harga kebutuhan masyarakat Batam cenderung naik pada awal tahun, sebagaimana yang terjadi pada awal tahun 2011. Indeks harga konsumen naik dari 120,75 pada Desember 2010 menjadi 121,74 pada satu bulan berikutnya.

Sebanyak 60 jenis barang kebutuhan masyarakat pada Januari 2011 mengalami perubahan harga. Harga 53 komoditas diantaranya naik, antara lain sewa rumah, telur ayam ras, tomat sayur, bawang merah, minyak goreng, kue basah, tarif dokter spesialis, udang basah, kentang, cabai hijau, ikan selar, kopi manis, ikan mujair, sotong dan beras.

Sebaliknya, tercatat 7 komoditas lainnya turun harga, yaitu bayam, sawi hijau, emas perhiasan, kacang panjang, pisang, minuman ringan, dan wortel.

Sementara berdasarkan kelompok pengeluaran barang dan jasa yang menyusun indeks harga konsumen pada Januari 2011, tercatat semua kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks, yaitu, kelompok bahan makanan sebesar 2,14 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,52 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,48 persen, kelompok sandang sebesar 0,04 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,29 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,41 persen, serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen.

"Laju inflasi year on year (Januari 2011 dibandingkan dengan Januari 2010) di Batam tercatat sebesar 6,93 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan laju inflasi periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai 3,16 persen," katanya. (ANT-NP/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026