
Warga Karimun Antre Minyak Tanah

Karimun (ANTARA News) - Ratusan orang warga antre di pangkalan minyak tanah Jalan Pertambangan, Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu, setelah bahan bakar tersebut langka sejak beberapa hari lalu.
Warga antre panjang sejak pukul 10.00 WIB sambil menenteng jerigen silih berganti memadati Pangkalan Bahan Bakatr Minyak Kasno di simpang lampu merah Sei Ayam, Jalan Pertambangan.
Sebagian warga meninggalkan jerigen dan menjemput kembali satu jam kemudian setelah terisi minyak tanah. Sebagian, antre hampir satu jam menunggu giliran.
Beberapa warga mengaku mendatangi pangkalan tersebut karena persediaan BBM di pangkalan dekat rumahnya terputus.
Suryanto, warga Kampung Harapan, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing mengatakan, sejumlah kios di sekitar rumahnya kehabisan stok minyak tanah sejak dua pekan lalu, tepatnya pada awal tahun baru Imlek 2562.
"Warga di kelurahan kami mencari minyak di kelurahan lain. Saya sendiri sempat pusing karena stok di rumah habis sejak dua hari lalu,'' katanya.
Dia mengaku terpaksa meminjam minyak tanah tetangga agar istrinya tetap bisa memasak untuk makan sehari-hari.
Muhsin, warga dari kelurahan yang sama mengaku terpaksa membeli minyak tanah sebanyak satu jerigen karena khawatir pasokan kembali terputus.
"Biasanya kami membeli eceran, karena sering putus mau tak mau kami beli satu jerigen meski mengeluarkan uang lebih banyak,'' ucapnya.
Menurut dia, meski antre hingga satu jam, harga minyak tanah di pangkalan tersebut tidak naik.
''Satu jerigen Rp116.000, masih harga lama. Kalau eceran Rp6.500 per botol bekas air mineral, sedangkan di warung-warung Rp7.000,'' ucapnya.
Bujang, warga Jalan Trikora, Kelurahan Tanjung Balai Karimun dan Arifin warga Kelurahan Teluk Air mengatakan kios di sekitar rumahnya tidak satupun menyediakan minyak tanah sejak dua hari terakhir.
''Kemarin saya mendatangi salah satu pangkalan di Trikora yang pasokan minyak tanahnya baru masuk. Namun kami tidak dibolehkan membeli karena yang diprioritaskan adalah warga pulau-pulau,'' ucapnya.
Bujang mengaku sempat berkeliling mencari minyak tanah di sejumlah pangkalan, namun semuanya tutup.
''Tadi pagi saya mendengar pangkalan Sei Ayam baru kedatangan pasokan, makanya saya ke sini,'' katanya.
Karyawan pangkalan Kasno yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pasokan baru masuk sekitar pukul 10.00 WIB.
"Pasokan belum tiba warga sudah banyak yang antre. Kami sampai bingung melayani warga yang memenuhi kios,'' ucapnya.
Menurut dia, pasokan minyak tanah tersebut sebenarnya diperuntukkan bagi warga di sekitar pangkalan, namun karena warga dari tempat lain banyak juga yang antre, mau tak mau mereka tetap dilayani.
''Kasihan kalau tak dilayani. Agar semua kebagian, setiap orang hanya dibolehkan membeli satu jerigen karena pasokan yang datang hanya sepuluh drum,'' ucapnya.
Depo Tanjunguban
Secara terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Karimun Sudarmadi mengatakan, pasokan terputus sejak dua hari lalu akibat terlambatnya pengisian di depo Pertamina Tanjunguban, Bintan.
''Di depo Pertamina ada gangguan teknis sehingga pengisian BBM dilakukan secara manual. Akibatnya, kapal-kapal pengangkut BBM terpaksa antre berhari-hari,'' ucapnya.
Menurut dia, gangguan teknis tersebut sudah teratasi dan mulai kemarin, kapal-kapal BBM tujuan Karimun mulai berdatangan dari Tanjunguban.
(ANT-RD/A013/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
