
Gempa guncang selatan Jawa, akibatkan barang terpelanting dan pecah

Jakarta (ANTARA) - BMKG mencatat gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 6.0 yang mengguncang Selatan Jawa, Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki dampak di sejumlah wilayah, di antaranya barang-barang terpelanting, dan tiang-tiang atau barang besar tampak bergoyang.
Berdasarkan informasi resmi tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, gempa bumi tektonik terjadi pada pukul 00.04 WIB di wilayah Selatan Jawa, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter terkini dengan magnitudo M5,8.
Pusat gempa bumi berlokasi di laut pada jarak 128 Km arah Selatan Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan kedalaman 46 km.
Dampaknya, gempa bumi dirasakan masyarakat yang tinggal di kota Daerah Istimewa Yogyakarta dengan skala intensitas V Modified Mercally Intensity (MMI) atau getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, banyak orang terbangun, gerabah pecah, dan barang-barang terpelanting.
Gempa bumi juga membuat tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang dan bandul lonceng dapat berhenti.
Di daerah Ponorogo dengan intensitas IV MMI, gempa dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah, dengan dampak gerabah pecah, jendela atau pintu berderik, serta dinding berbunyi.
Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. Sedangkan berdasarkan pemantauan BMKG hingga pukul 00.20 WIB menunjukkan belum adanya aktivitas gempa bumi susulan
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: intensitas gempa Jawa akibatkan barang terpelanting dan pecah
Pewarta : Ahmad Faishal Adnan
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
