Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Batam Minta Tarif VoA Diturunkan

Sabtu, 12 Maret 2011 17:15 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Pemerintah Kota Batam meminta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menurunkan tarif visa on arrival khusus Kota Batam.

"Kami minta pemberlakuan tarif 10 dolar AS untuk tiap wisatawan manca negara yang tidak tergabung dalam grup," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan.

Sejak pertengahan 2010, Pemerintah Pusat memberlakukan tarif ganda khusus untuk pariwisata Batam, Bintan dan Tanjungpinang yaitu 10 dolar AS bagi wisatawan grup yang berasal dari luar negara ASEAN dengan masa tinggal tujuh hari dan bagi wisatawan untuk masa tinggal lebih dari 30 hari atau di bawah tujuh hari namun berwisata non grup, dikenai biaya 25 dolar AS.

Menurut Wali Kota, pemberlakuan tarif ganda membingungkan dan merugikan.

Wali Kota meminta pemberlakuan 10 dolar AS untuk wisatawan dengan masa tinggal maksimal tujuh hari kepada setiap wisatawan baik yang datang sendiri maupun bersama grup.

"Karena Batam tidak seperti Bali, kebanyakan wisatawan yang datang hanya untuk tinggal sebentar, paling lama empat hari," kata dia.

Menurut dia, wisatawan yang datang perorangan keberatan bila harus membayar visa 25 dolar AS karena hanya liburan sebentar.

Akibat pemberlakuan tarif VoA sebesar 25 dolar, jumlah wisatawan Batam berkurang.

Juni 2010, Direktorat Dokumen Perjalanan, Visa, dan Fasilitas Keimigrasian kembali memberlakukan tarif ganda "Visa on Arrival" untuk turis mancanegara yang berkunjung ke Batam, Bintan, dan Tanjungpinang.

Tarif pertama, 25 dolar AS untuk pengunjung dengan masa inap di bawah tujuh hari yang bepergian sendiri dan masa inap di bawah 30 hari. Dan, tarif kedua, khusus untuk wisman dengan masa tinggal di bawah tujuh hari dengan harap berwisata dengan kelompok minimal empat orang.

Berdasarkan aturan keimigrasian, wisatawan yang masuk secara berkelompok harus memperlihatkan surat sponsor grup wisata atau penjamin, seperti surat dari perusahaan tour dan travel.(Y011/Z003/Btm2)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026