
Warga Pertanyakan Listrik Curah PLN

Batam (ANTARA News) - Warga Baloi Kolam dan pengelola genset mempertanyakan aliran listrik curah yang dilayani koperasi bentukan Perusahaan Listrik Nasional Batam di kawasan rumah tidak berizin.
"Jangan-jangan koperasi ini afiliasi PLN untuk mencari untung besar," kata koordinator aksi unjuk rasa warga dan pengelola genset Baloi Kolam Gordon Sinaga di Batam, Rabu.
Ia mengatakan harga listrik curah yang dikelola koperasi untuk warga Baloi Kolam lebih mahal ketimbang listrik biasa.
"Mereka menjual per meter KWH Rp 1.530. Padahal untuk perumahan biasa, cuma Rp600," kata Sinaga.
Warga menuntut PLN Batam transparan menjelaskan hubungan koperasi dengan PLN agar warga tidak curiga.
Selain mempertanyakan listrik curah, pengelola genset juga mengeluhkan pengadaan listrik curah PLN hingga mematikan usaha mereka.
"Kami ditinggalkan pelanggan, dulu kami punya 1.500 pelanggan, sekarang tinggal 387 pelanggan," kata Sinaga. Padahal, kata dia, pengelola genset membayar Rp15 juta untuk menyewa genset untuk menyalurkan listrik ke warga.
Pengelola genset juga menuntut dilibatkan dalam penyaluran listrik oleh PLN ataupun koperasi bentukan PLN.
"Kami sudah 20 tahun membantu warga mendapatkan listrik genset, namun kini tidak dilibatkan saat warga mendapatkan listrik sistem voucher dari PLN," kata dia.
Di tempat yang sama, seorang pengunjuk rasa yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan sesungguhnya lebih suka dengan aliran listrik curah PLN.
"Kalau listrik PLN hidup 24 jam, sedangkan kalau genset hanya malam saja," kata dia.
Ia juga mengatakan tidak keberatan dengan sistem curah yang diberlakukan.
Terkait kehadirannya dalam unjuk rasa itu, ia mengatakan karena diajak, karena masih berlangganan listrik genset.
Ia mengatakan belum menjadi pelanggan listrik curah PLN karena terkendala dengan biaya pemasangan yang relatif mahal.
"Kami belum daftar ikut listrik PLN, karena belum ada uang. Uang pendaftarannya mahal, Rp900 ribuan ditambah biaya meteran Rp300 ribuan," kata dia.
Di tempat terpisah, Manager PLN, bidang Hukum,Rudi Hastuti mengatakan PLN Batam berniat baik membantu warga dengan menyediakan listrik curah.
"Penyambungan listrik curah sesuai dengan keinginan dan tuntutan warga," kata dia.
Mengenai dugaan afiliasi antara koperasi dengan PLN Batam, ia membantahnya. "Tidak ada afiliasi PLN dan pengelola koperasi," kata dia. (Y011/B008/Btm2)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
