
DPRD Kepri Bahas Wacana Mendagri Soal Natuna

Batam (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau menjadwalkan rapat paripurna khusus membahas wacana Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi tentang pemindahan Kabupaten Natuna dari Kepri ke Kalimantan Barat.
"DPRD akan menggelar paripurna untuk membahas wacana itu," kata Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi di Batam, Minggu.
Paripurna akan membahas sikap yang akan ditempuh pemerintah dalam menanggapi wacana Menteri.
Sikap yang elegan perlu diambil mengingat pernyataan Mendagri sudah dianggap menyakiti perasaan pemerintah dan masyarakat Kepri.
Menurut Ketua DPRD, pernyataan Mendagri provokatif dan mencederai hati masyarakat.
"Pernyataan itu mencederai daerah. Bahasanya provokatif," kata dia.
Namun, sebelum paripurna, Nur mengatakan akan mengkonfirmasi langsung kepada Menteri terkait wacana yang dilontarkannya.
Ia mengatakan secara pribadi tidak percaya wacana pemindahan Natuna keluar dari mulut mantan Gubernur Sumatera Barat.
"Saya tidak percaya Gamawan Fauzi bicara seperti itu. Apa lagi dia pernah menjadi Gubernur Sumatra Barat, pasti tahu proses dan keinginan daerah," kata dia.
Sementara itu, masyarakat Kabupaten Natuna menolak wacana Mendagri untuk menggabungkan kabupaten kaya gas itu dengan Provinsi Kalimantan Barat, berpisah dari Provinsi Kepulauan Riau.
Aspirasi menolak penggabungan dengan kalbar disampaikan masyarakat kepada anggota DPR RI daerah pemilihan Kepulauan Riau Harry Azhar Azis saat mengumpulkan aspirasi masyarakat Natuna.
Harry mengatakan bila pertimbangan Mendagri hanya pada faktor kedekatan, maka masyarakat Natuna memilih untuk bergabung dengan Brunei Darussalam. Namun begitu, masyarakat tetap meminta untuk terus bergabung dengan Kepri.
Menurut dia, kesamaan budaya dan faktor sejarah yang membuat masyarakat Natuna lebih memilih Kepri sebagai provinsi induk.
"Natuna sudah mendarah daging dengan Riau sebelum akhirnya berpisah menjadi Kepri," kata dia.
Anggota Komisi IX DPR RI meminta Mendagri untuk menghentikan wacana pemindahan Kabupaten Natuna. Ia menilai isyu yang ide yang ditiupkan Gamawan Fauzi amat meresahkan masyarakat.
"Tadi pagi saya sudah sampaikan ke staf di kementerian dalam negeri. Jangan main api soal ini. Walau ini hanya wacana," kata Harry.
Harry juga meminta Mendagri menjelaskan maksud pernyataannya kepada masyarakat Natuna. Apalagi, wacana itu dianggap menyepelekan aspirasi masyarakat karena digulirkan tanpa mendengarkan aspirasi masyarakat Natuna.***3***
(ANT-YJ/B013/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
