Polda Kepri lakukan patroli cyber lacak akun penyebar berita bohong UAS

id Berita hoaks,Ustadz Abdul Somad,Polda Kepri,Batam,Kepri,Uas

Polda Kepri lakukan patroli cyber lacak akun penyebar berita bohong UAS

Dirkrimsus Polda Kepri Kombes Pol Nasriadi (ANTARA/Yude)

Batam (ANTARA) - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Riau melakukan patroli cyber untuk melacak akun-akun media sosial yang menyebarkan berita bohong Ustadz Abdul Somad ditangkap karena memberi bantuan makanan saat aksi unjuk rasa warga Rempang.
 
"Kami masih melakukan patroli cyber untuk melacak akun-akun tersebut, masih butuh waktu," ujar Dirkrimsus Polda Kepri Kombes Pol Nasriadi saat dihubungi di Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu.
 
Dia menjelaskan dari apa yang sudah mereka dalami, akun-akun media sosial yang membuat berita bohong tersebut tidak hanya berada di Kepri, melainkan ada yang berada di luar Kepri sehingga butuh waktu untuk mencari tahu pemilik akun tersebut.
 
"Penyebar hoaks ini kan bisa menyebarkan dari mana saja, ada yang mungkin mereka berada di Kepri atau di luar Kepri. Jadi ini yang kami dalami," kata dia.
 
Sedangkan untuk banyaknya akun yang menyebarkan konten bohong tersebut, Nasriadi mengatakan bahwa jumlahnya tidak mencapai ratusan.
 
"Tidak sampai ratusan, sekitar belasan atau puluhan saja perkiraan," katanya.
 
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad meminta seluruh masyarakat untuk tidak menyebarkan lagi kabar bohong tersebut. Apabila masih dilakukan, maka pihaknya akan mengambil langkah hukum.
 
"Saya minta ke seluruh masyarakat yang menerima atau mendapatkan berita bohong itu, jangan disebarkan. Karena, saat ini situasi di Pulau Rempang sudah mulai kondusif, jangan ada lagi kabar-kabar yang bisa membuat keadaan menjadi panas lagi," jelasnya.
 
Dia mengatakan bahwa memang ada pemanggilan terkait pemberian bantuan makanan saat aksi tersebut, tetapi bukan Ustadz Abdul Somad melainkan rekannya, yakni Burhan
 
"Benar Saudara Burhan yang merupakan rekan  Ustadz Abdul Somad, kami panggil untuk dimintai keterangan klarifikasi, dan yang bersangkutan kooperatif," kata dia.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE